Proceeding of the 6 th Mulawarman Pharmaceuticals Conferences 26 ISSN: 2614-4778 Samarinda, 7-8 November 2017 PENGARUH HIDROLISIS ASAM KLORIDA TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKA KIMIA PATI BUAH SUKUN (ARTOCARPUS COMMUNIS) Farida Anggraeni*, Wisnu Cahyo Prabowo, Mirhansyah Ardana Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian “Farmaka Tropis”, Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia * Email: faridaanggraeni5@gmail.com ABSTRAK Pati sukun dapat bermanfaat sebagai eksipien pada tablet yang digunakan sebagai pengisi, pengikat maupun penghancur pada konsentrasi yang sesuai. Akan tetapi pati sukun memiliki beberapa kelemahan diantaranya adalah tidak memiliki laju alir maupun sudut istirahat dan nilai kompresibilitas yang buruk yang menandakan buruknya kemampuan suatu bahan untuk digunakan sebagai bahan pengikat metode cetak langsung pada pembuatan tablet. Salah satu cara yang dipilih untuk meningkatkan laju alir adalah dengan memodifikasi pati menggunakan hidrolisis asam. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh konsentrasi asam klorida terhadap karakteristik fisika-kimia pati buah sukun, mengetahui pengaruh durasi hidrolisi asam terhadap karakteristik fisika-kimia pati buah sukun dan mengetahui berapa konsentrasi asam klorida dan durasi hidrolisis asam yang optimum pada modifikasi pati buah sukun. Penelitian ini dilakukan dengan menambahkan asam klorida pada pati sukun dengan variasi konsentrasi dan lama perendaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel waktu dan konsentrasi memengaruhi karakteristik fisika kimia pati sukun, dimana semakin besar konsentrasi dan lama perendaman nilai laju alir, sudut istirahat, swelling power dan indeks kopresibilitas yang dihasilkan semakin baik, akan tetapi rendemen yang dihasilkan semakin rendah. Kata Kunci: hidrolisis pati, pati sukun, konsentrasi HCl, durasi hidrolisis DOI: https://doi.org/10.25026/mpc.v6i1.251 PENDAHULUAN Buah sukun merupakan salah satu penghasil pati yang cukup populer dan dikembangkan di Indonesia. Buah sukun memiliki kandungan karobohidrat yang tinggi karena itu sukun merupakan salah satu penghasil pati (Rincon & Padilla, 2004). Pati sukun dapat bermanfaat sebagai eksipien pada tablet yang digunakan sebagai pengisi, pengikat maupun penghancur pada konsentrasi yang sesuai (Prasesti, 2016). Fraksi pada pati yaitu amilopektin berperan sebagai pengikat sedangkan amilosa berperan sebagai penghancur. Rendemen pati sukun dengan buah sukun masa panen 1 bulan adalah 11,65% sedangkan pada masa panen 2 bulan adalah 12,29%. Nilai rendemen amilosa dan amilopektin terhadap pati sukun yaitu 4,09% dan 81,64% untuk masa panen 1 bulan serta 10,21% dan 85,67% untuk masa panen 2