Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial, 1(4), 2021, 446-458 ISSN: 2797-0132 (online) DOI: 10.17977/um063v1i4p446-458 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Karakteristik dan interaksi sosial Yamaha-Vixion Club Indonesia Chapter Jombang guna mempererat solidaritas Ruci Rahmanda, Siti Awaliyah*, Didik Sukriono Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang No. 5 Malang, Jawa Timur, Indonesia *Penulis korespondensi, Surel: siti.awaliyah.fis@um.ac.id Paper received: 01-04-2021; revised: 15-04-2021; accepted: 30-04-2021 Abstrak Artikel ini berupaya untuk mengeksplorasi karakteristik dan interaksi sosial yang terjadi pada komunitas motor yamaha vixion club Indonesia chapter Jombang. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan sebagai metode penelitian. Sumber data menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi dan penggabungan ketiganya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik dan interaksi sosial yang terjadi pada yamaha vixion club Indonesia chapter Jombang terjalin dengan baik antar anggotanya hal ini ditunjang oleh beberapa kegiatan-kegiatan yang dapat membuat kedekatan antar anggotanya dapat terbentuk. Namun tetap diingat bahwa segala sesuatu pasti ada sisi positif dan juga sisi negatifnya. Bahkan tak jarang muncul hambatan-hambatan yang dapat memicu terjadinya konflik dan kesenjangan antar anggota. Tetapi selalu ada solusi untuk membuat keputusan yang terbaik sehingga tiap-tiap anggota dapat menjaga rasa solidaritasnya. Kata kunci: karakteristik; interaksi sosial; YVC-I JO; solidaritas 1. Pendahuluan Manusia adalah makhluk sosial dimana antar individu merupakan satu komponen yang saling ketergantungan dan saling membutuhkan. Sehingga komunikasi antar masyarakat dibutuhkan oleh peran manusia sebagai makhluk sosial. Dalam perkembanganya manusia juga mempunyai kecenderungan sosial untuk meniru dalam arti membentuk diri dengan kehidupan masyarakat lainya. Penerimaan bentuk-bentuk kebudayaan, dimana manusia menerima bentuk-bentuk pembaharuan yang berasal dari luar sehingga dalam diri manusia terbentuk sebuah pengetahuan. Berdasarkan pengembanganya, manusia membentuk sebuah kelompok yang didalamnya terdapat orang-orang yang mempunyai kepentingan, kegemaran kebiasaan, ataupun pola pikir yang sama yang dinamakan komunitas. Dalam komunitas, individu-individu didalamnya dapat memiliki maksud, kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan, resiko, dan sejumlah kondisi lain yang serupa. Komunitas adalah bentuk kehidupan bersama dimana anggota-anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni dan bersifat alamiah serta bersifat kekal (Soekanto, 2006). Dasar hubungan tersebut adalah rasa cinta dan rasa kesatuan batin yang memang telah dikodratkan. Menurut Liliweri (2014) Komunitas adalah sekumpulan orang yang menjalankan aktivitas kehidupan kebersamaan mereka berdasarkan azas kerjasama secara sukarela, namun memiliki tata aturan tentang pemberian ganjaran dan sanksi terhadap kebersamaan tersebut. Seperti yang dilakukan oleh sekumpulan orang yang membentuk sebuah komunitas maupun club motor, dimana komunitas maupun club motor ini merupakan sebuah