Rofikatul Karimah 1 , Yusuf Wahyudi 2 Media Teknik Sipil, ISSN 1693-3095 206 | Agustus 2016, Hal. 206 - 210 KAJIAN PENGGUNAAN COPPER SLAG SEBAGAI AGREGAT HALUS BETON The Study Of Cooper Slag as Fine Aggregate Concrate Rofikatul Karimah Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang Jln Raya Tlogomas 246 Malang 65144 Email : rofikatulkarimah@gmail.com Abstract The use of copper slag as a partial replacement for copper slag fine aggregate shape and gradation that mimic natural sand. Physical form of copper slag are shaped flat and pointy (sharp) and most of the iron oxides and silicates, and have stable chemical properties. The chemical composition of copper slag composed of Fe2O3, SiO2, CaO, Al2O3. This research was conducted to determine the effect of the use of copper slag as a partial replacement of fine aggregate to the weight of the contents, the compressive strength and split tensile strength of concrete with the use of copper slag variation of 0%, 20%, 40%, 60%, 80% and 100% of the volume of fine aggregate. The results showed that the use of copper slag increase the weight of the contents, the compressive strength and split tensile strength of concrete. From the test results, increasing the variation in the provision of copper slag also increases the weight of the concrete. The highest compressive strength variation of 60% at 35.73 MPa, an increase of 22.32%. And for the highest split tensile strength occurred in 60% of variation of 3.12 MPa, an increase of 5.76%. Keywords: Copper Slag, Concrete Abstrak Penggunaan copper slag sebagai bahan pengganti sebagian agregat halus karena copper slag memiliki bentuk dan gradasi yang menyerupai pasir alam. Bentuk fisik copper slag yaitu berbentuk pipih dan runcing (tajam) dan sebagian besar mengandung oksida besi dan silikat serta mempunyai sifat kimia yang stabil. Komposisi kimia copper slag terdiri dari Fe 2 O 3 , SiO2, CaO, Al 2 O 3 . Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan copper slag sebagai pengganti sebagian agregat halus terhadap berat isi, kuat tekan, dan kuat tarik belah beton dengan variasi penggunaan copper slag sebesar 0%, 20%, 40%, 60%, 80% dan 100% dari volume agregat halus. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan copper slag dapat meningkatkan berat isi, kuat tekan dan kuat tarik belah beton. Dari hasil pengujian, semakin bertambah variasi pemberian copper slag maka semakin bertambah pula berat isi beton tersebut. Kuat tekan tertinggi terjadi pada variasi 60% sebesar 35,73 MPa atau naik sekitar 22,32%. Dan untuk kuat tarik belah tertinggi terjadi pada variasi 60% sebesar 3,12 MPa atau naik sekitar 5,76%. Kata kunci : Copper Slag, Beton PENDAHULUAN Beton merupakan salah satu material konstruksi yang terus mengalami perkembangan, baik dalam hal bahan-bahan pembentuk betonnya maupun dalam hal metode pelaksanaannya. Seiring dengan semakin banyaknya pemakaian beton di dalam industri konstruksi maka semakin banyak dilakukan perubahan atau penggantian material campuran beton atau modifikasi beton yang diharapkan dapat meningkatkan mutu beton dan mereduksi permasalahan lingkungan. Dari permasalahan inilah banyak alternatif yang dilakukan dalam penggantian material penyusun beton. Salah satunya adalah dengan mengganti sebagian agregat halus (pasir alam) yang biasa digunakan sebagai bahan pengisi pada beton dengan mengunakan salah satu limbah industri yang berpotensi sebagai pengganti sebagian agregat halus. Inovasi ini diharapkan berguna dan bernilai ekonomis tinggi. Salah satu limbah industi yang digunakan sebagai alternative pengganti agregat halus adalah terak tembaga (copper slag). Copper slag adalah hasil limbah industri peleburan tembaga, berbentuk pipih