| 606 | Novi Widyawati 1 , Irwan Trinugroho 2 , Wisnu Untoro 2 1 Master of Management, Universitas Sebelas Maret 2 Department of Management, Faculty of Economics and Business, Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No.36A Surakarta, 57126, Indonesia Corresponding Author: Irwan Trinugroho: Tel +62 271 647 481 E-mail: irwan.trinugroho@gmail.com Jurnal Keuangan dan Perbankan, 22(4):606–613, 2018 http://jurnal.unmer.ac.id/index.php/jkdp Article history: Received: 2018-07-18 Revised: 2018-09-06 Accepted: 2018-10-20 ISSN: 2443-2687 (Online) ISSN: 1410-8089 (Print) Novi Widyawati (Indonesia), Irwan Trinugroho (Indonesia), Wisnu Untoro (Indonesia) Family Ownership, Women in Top Management, and Risk-taking: Evidence from Indonesia Abstract Family firms were widely recognized to have substantial contribution to economy especially in emerging economies. However, some previous studies reveal that family firms tend to be conservative and unwilling to take more risks. We ex- tended the literature by investigating whether there was a difference in risk- taking behavior between family and non-family firms in the context of Indone- sia. Moreover, the presence of women in the top management also considered negatively correlated with risk-taking strategy. Therefore, this study empiri- cally examined the effects of family ownership and women in top management on risk-taking strategy of firms. Using data of 336 publicly traded firms in Indo- nesia over 2012-2016, this study confirmed the negative effect of family owner- ship and women in top management on corporate risk-taking. Family owner- ship and involvement as the CEO of the firms negatively associated with the level of risk taking. Moreover, our results reveal that the presence of women was matter more to decrease corporate risk-taking when they served in the board of directors rather than in the board of commissioners. Keywords: Family Ownership; Risk-taking; Women in Top Management JEL Classification: G32, M14 Citation: Widyawati, N., Trinugroho, I., & Untoro, W. (2018). Family ownership, women in top management, and risk-taking: Evidence from Indonesia. Jurnal Keuangan dan Perbankan, 22(4), 606-613. https://doi.org/10.26905/jkdp.v22i4.2452 Abstrak Bisnis keluarga memiliki kontribusi yang besar terhadap ekonomi terutama di negara- negara berkembang. Tetapi, beberapa studi sebelumnya menyampaikan bahwa perusahaan- perusahaan keluarga cenderung konservatif dan tidak bersedia untuk mengambil risiko yang lebih. Kami memperluas literatur dengan menguji apakah ada perbedaan perilaku pengambilan risiko antara perusahaan keluarga dan perusahaan non-keluarga dalam konteks di Indonesia. Lebih lanjut, kehadiran perempuan di dalam manajemen puncak juga dipertimbangkan memiliki hubungan negatif dengan strategi pengambilan risiko. Oleh karena itu, studi ini secara empiris menguji pengaruh kepemilikan keluarga dan kehadiran perempuan dalam manajemen puncak pada strategi pengambilan risiko perusahaan. Menggunakan data 336 perusahaan publik di Indonesia selama periode 2012-2016, studi ini mengkonfirmasi pengaruh negatif dari kepemilikan keluarga dan kehadiran perempuan di dalam manajemen puncak pada pengambilan risiko perusahaan. Kepemilikan dan keterlibatan keluarga sebagai kepala eksekutif perusahaan berhubungan negatif dengan tingkat pengambilan risiko. Lebih lanjut, hasil-hasil kami mengemukakan bahwa kehadiran perempuan akan lebih menurunkan pengambilan risiko ketika mereka berada di dewan direksi daripada di dewan komisaris. Kata kunci : Kepemilikan Keluarga; Pengambilan Risiko; Perempuan dalam Manajemen Puncak This is an open access article under the CC–BY-SA license