Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 7, B 029-035 https://doi.org/10.32315/ti.7.b029 Prosiding Temu Ilmiah IPLBI 2018 | B 029 Fakultas Arsitektur dan Desain, Unika Soegijapranata, Semarang ISBN 978-602-51605-7-8 E-ISBN 978-602-51605-5-4 Karakteristik Kampung Al-Munawar 13 Ulu Palembang Beserta Pendekatan Historic Urban Landscape sebagai Upaya Pelestariannya Nova Asriana 1 , Mega Sesotyaningtyas 2 1 Universitas Langlangbuana, Bandung 2 Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Jakarta Korespondensi: novaasriana@yahoo.com Abstrak Kota sebagai suatu organisme dinamis yang terus mengalami perkembangan struktur seringkali memberikan dampak pada hilangnya kawasan-kawasan heritage, salah satunya Kota Palembang. Di Kota Palembang terdapat Kampung Al-Munawar 13 Ulu yang perlu dilestarikan keberadaannya karena mulai terancam hilang akibat maraknya pembangunan disekitarnya. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik Kampung Al-Munawar 13 Ulu berdasarkan tipologi rumah dan budaya penduduk, serta analisis keempat komponen Historic Urban Landscape sebagai suatu pendekatan pelestariannya. Keempat komponen HUL, antara lain keterlibatan masyarakat, pengetahuan dan perencanaan yang baik, sistem peraturan, dan skema pembiayaan. Hasil studi menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat harus menjadi poin utama dalam pelaksanaan kegiatan pelestarian agar kegiatan pelestarian dapat berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu, artikel ini juga menunjukkan bahwa lokasi dengan karakteristik tertentu dan berada pada lokasi yang strategis memiliki nilai daya tarik yang tinggi bagi para investor, baik pariwisata maupun peluang investasi bisnis lainnya. Kata-kunci : Historic Urban Landscape, Kampung Al-Munawar, pelestarian Pendahuluan Pada masa globalisasi saat ini, kota memainkan peran utama dalam kerangka pembangunan nasional maupun internasional yang lebih luas. Sebagai kerangka pembangunan, kota memiliki peran penting sebagai sumber daya vital masa depan. Sementara itu, kota merupakan suatu organisme dinamis yang terus mengalami perkembangan struktur seiring dengan kebutuhan sosial-ekonomi penduduknya. Dinamisme perkembangan kota ini seringkali berdampak pada hilangnya kawasan-kawasan heritage yang menjadi bukti peninggalan arsitektur budaya masyarakat dan identitas awal mula perkembangan suatu kota. Sebagai dampak dari perkembangan, kota perlu menjaga dan melestarian memori atau nilai-nilai historis dari berbagai kawasan bersejarah ( heritage) didalamnya agar tidak hilang (Cunningham, 2005; Azizi, et al., 2016). Dalam melakukan pelestarian, hal-hal yang bersifat eksplisit maupun implisit perlu dijaga dan dipertahankan keseimbangannya, seperti bentuk fisik hingga interaksi sosial-budaya masyarakat. Interaksi sosial-budaya dapat berupa pola pikir, cara pandang, perilaku masyarakat, hingga kesepakatan-kesepakatan di antara masyarakat (Sesotyaningtyas, et al., 2015). Hal-hal tersebut merupakan kunci penting dalam menjaga kelestarian kawasan bersejarah. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa hilangnya kawasan heritage tidak hanya