JIMP - Jurnal Informatika Merdeka Pasuruan Vol 3 No 1 Maret 2018 ISSN. 2502-5716 JIMP Vol 3 No 1 Maret 2018 | p-ISSN 2502-5716 Departemen Fakultas Teknologi Informasi - Universitas Merdeka Pasuruan 62 APLIKASI KAMUS ISTILAH NEUROLOGY BERBASIS MOBILE MENGGUNAKAN METODE SEQUENTIAL SEARCH Hizbulah Salim 1 , Fitri Marisa 2 , Indra Dharma Wijaya 3 1 2 Jurusan Teknik Informatika, Jl Borobudur, No. 35, 3 Jl Sukarno Hatta 01 Malang Universitas Widyagama Malang, Politeknik Negeri Malang e-mail: 1 hizuxp@gmail.com, 2 fitrimarisa@widyagama.ac.id, 3 indra.dharma@gmail.com Abstrak Di Indonesia, jumlah dokter spesialis saraf dan dokter spesialis bedah saraf hanya seribuan dokter sedangkan jumlah penduduk Indonesia sekitar 260 juta jiwa. Adanya aplikasi ini untuk membantu mengatasi kemalasan membaca buku yang tebal dan berat mengenai kedokteran, dengan menyederhanakannya dalam bentuk kamus yang membahas secara jelas dan ringkas di handphone. Neurologi termasuk salah satu ilmu dalam bidang kedokteran yang sangat penting karena berhubungan dengan sistem saraf manusia. Dalam membangun aplikasi kamus Neurologi ini, penelitian ini menggunakan IDE Android Studio yang menggunakan bahasa pemrograman Java, dan menerapkan metode algoritma Sequential Search didalamnya agar lebih mudah dalam proses pencarian. Proses pencarian difokuskan pada penyakit yang prevalensinya tinggi disesuaikan dengan tingkat kemampuan dokter berdasarkan SKDI (Standar Kompetensi Dokter Indonesia). Aplikasi ini menggunakan framework MVC (Model, View, Controller) dalam perancangannya dan memakai database SQLite untuk penyimpanannya. Berdasarkan hasil uji coba user, menunjukkan responden sangat setuju dengan adanya aplikasi ini, menunjukkan aplikasi ini dari segi berguna (Useful), fungsi (searching), tampilan (User Interface), kalimat yang digunakan (Word Terms), dan kemudahan dalam menggunakan (Easy to Use) dirata-rata nilai yang didapatkan adalah sebesar 85,75%, yaitu sangat setuju. Diharapkan, dengan adanya aplikasi kamus Neurologi ini, akan semakin banyak calon tenaga kesehatan dan tenaga kesehatan yang sudah bekerja dibidangnya semakin rajin membaca karena tidak perlu membuka kamus yang tebal dan berat lagi. Kata kunci— Buku, Neurologi, Android, Pencarian Sekuensial, Tenaga Kesehatan. Abstract In Indonesia, the number of neurologists and neurosurgeons is only a thousand doctors while the population of Indonesia is about 260 million. The existence of this application to help overcome the laziness of reading a thick and heavy book about medicine, by simplifying it in the form of a dictionary that discusses clearly and concisely on the phone. Neurology is one of the most important sciences in medicine because it deals with the human nervous system. In the development of this neurological dictionary application, this research use IDE Android Studio which uses Java programming language, and apply Sequential Search algorithm method in it for easier in search process. The search process is focused on a high prevalence of disease adjusted to the level of physician ability based on SKDI (Indonesian Doctor Competency Standard). This application uses MVC framework (Model, View, Controller) in its design and uses SQLite database for its storage. Based on the results of user trials, shows respondents strongly agree with the existence of this application, which shows this application in terms of useful (Useful), function (searching), display for the user (User Interface), sentences used (Word Terms), and ease in using the application (Easy to Use) averaged value obtained is 85.75%, which is very agree. Hopefully, with the application of this neurological dictionary, more and more candidates of health workers and health workers who are working in their field more diligent reading because it does not need to open a thick and heavy dictionary again. Keywords— Book, Neurology, Android, Sequential Search, Health Worker. 1. PENDAHULUAN Neurologi adalah ilmu yang mempelajari mengenai sistem saraf. Ketidakseimbangan antara jumlah masyarakat dan dokter spesialis saraf maupun spesialis bedah saraf membuat seringnya penanganan kesehatan darurat pada bagian kepala menjadi lambat. Dengan