III-183 Aplikasi Visual Heart Anatomy Dengan Menggunakan Sensor Kinect Nabila Sasmita Ayu Pramesti1, Indra Dharma Wijaya Teknik Informatika, Teknik Informatika, Politeknik Negeri Malang nabilasasmita@ymail.com, indradharma@polinema.ac.id Abstrak Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang dapat menghasilkan inovasi yang cukup banyak, salah satunya yaitu kinect sensor. sangat berpengaruh bagi kemudahan pengguna baik dalam segi kemudahan maupun dalam hal estetika yang dikemas dengan baik sehingga akan sangat menarik bagi para pengguna, itu menjadi sangat penting jika pengembangan teknologi itu dapat diterapkan pada media pembelajaran salah satunya yaitu pembelajaran anatomi karena pembelajaran anatomi membutuhkan visualisali yang baik. Salah satu cara untuk memvisualisasikan Organ Dalam Manusia yaitu dengan cara membuat media 3D. Sehingga visualisasi organ jantung yang terletak didalam tubuh dapat dipelajari dengan lebih nyata. Pada penelitian ini akan menerapkan Augmented Reality dengan menggunakan sensor Kinect dengan metode skeletal tracking dan hand tracking. Berdasarkan pengujian yang dilakukan pada aplikasi pembelajaran berbasis kinect ini, menunjukkan bahwa metode yang digunakan dapat berjalan sesuai kebutuhan. Dari pengujian pada user, lebih banyak mendapatkan respon positif dan dirasa cukup membantu untuk menyerap materi khususnya anatomi jantung. Kata kunci : Multimedia, 3D, Organ Jantung, Kinect, Augmented Reality 1. Pendahuluan Pemanfaatan media pembelajaran cadaver (Jasad) pada mahasiswa kedokteran, terkadang masih kurang di terapkan secara maksimal. Banyaknya mahasiswa yang tidak sebanding dengan jumlah cadaver yang di miliki beberapa kampus membuat masih sangat sulit di pelajari. Dalam media pembelajaran lainnya seperti textbook dan alat peraga, mahasiswa masih sulit untuk memvisualisasikan organ jantung yang berupa 2D, sedangngkan vidio interaktif yang telah banyak dibuat masih sulit diterapkan pada praktek lapangan. Pemanfaatan sensor kinect yang biasa diterapkan dalam bermain game, ternyata juga dapat berpotensi dalam medical imaging, dengan adanya animasi serta cara pengontrolan yaitu pergerakan tangan, sehingga user seolah olah sedang memegang secara langsung organ jantung yang sedang dipelajari, serta adanya animasi sebagai simulasi jantung manusia yang sedang bekerja memompa darah ke seluruh tubuh yang nantinya akan lebih mempermudah visualisasi organ jantung secara nyata tanpa harus membedah tubuh manusia. Diharapkan dengan adanya pembuatan aplikasi ini dapat mengatasi beberapa masalah yang dihadapi dalam pembelajaran mahasiswa khususnya pembelajaran anatomi jantung manusia. 2. Penomoran Persamaan, Gambar dan Tabel 2.1 Augmented Reality Augmented reality (AR) atau dalam bahasa Indonesia disebut realitas tertambah adalah teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata lalu memproyeksikan bendabenda maya tersebut dalam waktu nyata. Bendabenda maya berfungsi menampilkan informasi yang tidak dapat diterima oleh manusia secara langsung. Hal ini membuat realitas tertambah berguna sebagai alat untuk membantu persepsi dan interaksi penggunanya dengan dunia nyata. Informasi yang ditampilkan oleh benda maya membantu pengguna melaksanakan kegiatankegiatan dalam dunia nyata. Simple AR, objek dua dimensi atau tiga dimensi diciptakan oleh komputer dan diintegrasikan dengan objek atau lingkungan nyata/fisik secara langsung maupun tidak langsung (dilakukan pengeditan terlebih dahulu) kemudian ditampilkan dalam layar. Simple AR ini adalah penerapan teknologi Augmented Reality yang paling sederhana dan paling awal, meskipun begitu masih digunakan secara luas hingga saat ini contohnya dalam acara olahraga di televisi. Marker Based AR, objek dua dimensi, objek tiga dimensi, teks, video maupun suara diproses menggunakan komputer dan webcam dan ditampilkan dalam layar maupun peralatan display khusus melalui pengenalan sebuah marker (penanda), setelah marker dikenali oleh komputer kemudian