Dini Ariani, dkk: Pemberian makanan enteral berformulasi bahan pangan lokal terhadap kadar zat besi dan hemoglobin 48 Jurnal Gizi Klinik Indonesia, Vol. 10, No. 1, Juli 2013 Pemberian makanan enteral berformulasi bahan pangan lokal terhadap kadar zat besi dan hemoglobin pada tikus putih (Rattus norvegicus) The feeding of enteral nutrition formulated with local food material toward the level of haemoglobin and iron in white rat (Rattus norvegicus) Dini Ariani 1 , Mukhamad Angwar 1 , Yuniar Khasanah 1 , Ratnayani 1 , Titin Nuraeni 1 ABSTRACT Background: Enteral nutrition is nutrition used to fulfill the needs of nutrition entirely and as the suplement for malnutrition patient. In a certain condition of patient, this nutrition is usually given in the form of liquid. Local material foods such as tempe, rice, mung bean, and ganyong have adequate nutrition, therefore they are suitable for being used as main raw materials in the making of enteral nutrition. Objective: To know the influence of feeding enteral nutrition formulated with local food material toward malnutritious white rats (Rattus norvegicus) of which the parameters are iron (Fe), haemoglobin (Hb) level and weight. Method: This research used Completely Random Design (CRD). Twenty seven of malnutritious male white rats were devided into 3 groups of treatment with 9 repetition for each groups of the treatment. Group A was given enteral nutrition diet of formula A (tempe, rice, and mung bean as the main raw material), group B was given enteral nutrition diet of formula B (tempe, rice, mung bean, and ganyong as the main raw material), and group C (as the positive control) was given commercial enteral nutrition. The daily giving of enteral nutrition is 20 g/day during 30 days. The analysis of Fe and Hb level and the measurement of weight firstly was done before the treatment is given. The next measurement was conducted in 15 th day and 31 st day. Statistical analysis used ANAVA test dan DMRT of significance 5%. Results: The result showed that the treatment of the enteral nutrition feeding of formula B was more optimal than formula A in terms of the way to increase the level of Hb and Fe. Those two components will give positive effect toward the increasing of the weight of malnutritious white rats (Rattus norvegicus). Conclusion: The enteral nutrition of formula B is more proper to be developed as the main material of making enteral food in order to treat the malnutrition. KEY WORDS: enteral nutrition, malnutrition, local food material, haemoglobin, iron ABSTRAK Latar belakang: Makanan enteral merupakan makanan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi secara keseluruhan maupun sebagai suplemen pada penderita yang mengalami malnutrisi. Pada kondisi pasien tertentu, makanan ini biasanya diberikan dalam bentuk cair. Bahan pangan lokal seperti tempe, beras, kacang hijau, dan ganyong memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi sehingga layak digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan makanan enteral. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian makanan enteral berformulasi bahan pangan lokal terhadap tikus putih (Rattus norvegicus) malnutrisi dengan parameter berat badan (BB), hemoglobin (Hb), dan zat besi (Fe). Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Sebanyak 27 tikus putih jantan malnutrisi dibagi dalam 3 kelompok perlakuan dengan 9 ulangan pada masing-masing kelompok perlakuan. Kelompok A diberi diit makanan enteral formula A (tempe, beras, dan kacang hijau sebagai bahan utama), kelompok B diberi diit makanan enteral formula B (tempe, beras, kacang hijau, dan ganyong sebagai bahan utama), dan kelompok C sebagai kontrol positif diberi diit makanan enteral komersial. Makanan enteral tersebut diberikan setiap hari sebanyak 20 g/hari selama 30 hari dan dilakukan penimbangan sisa pakan setiap harinya. Pengukuran BB, kadar Hb, dan Fe dilakukan pada hari ke-0, ke-15, dan ke-31. Analisis data dengan menggunakan uji ANAVA dan uji DMRT pada taraf 5%. Hasil: Pemberian perlakuan makanan enteral formula B lebih optimal dalam meningkatkan kadar Hb dan Fe yang akan memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan BB pada tikus putih (Rattus norvegicus) malnutrisi jika dibandingkan dengan penggunaan makanan enteral formula A. Simpulan: Formula B lebih layak untuk dikembangkan sebagai bahan penyusun utama dalam pembuatan makanan enteral untuk mengatasi malnutrisi. KATA KUNCI: makanan enteral, malnutrisi, bahan pangan lokal, haemoglobin, zat besi 1 Korespondensi: Unit Pelaksana Teknis Balai Pengembangan Proses dan Teknologi Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Gading, Playen, Gunungkidul, Telp/Fax: 0274-392570/391168, e-mail: dini003@lipi.go.id; dini_upt@yahoo.co.id PENDAHULUAN Dewasa ini perhatian terhadap terjadinya malnutrisi pada penderita yang sedang dirawat di rumah sakit telah meningkat. Kejadian malnutrisi pada pasien yang dirawat Jurnal Gizi Klinik Indonesia Volume 10 Halaman 48-54 No. 01 Juli 2013