JURNAL ILMU PENDIDIKAN INDONESIA ISSN 2338-3402 Vol 9, No 2, Halaman 61 - 67, Juni, 2021 E-ISSN 2623-226X Website:http://ejournal.uncen.ac.id/index.php/JIPI Jurnal Terakreditasi Nasional, Keputusan, No 23/E/KPT/2019 MODUL IPA TERPADU BERBASIS INQUIRY LEARNING PADA MATERI ZAT ADITIF MAKANAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS Siti Patimah 1) ; Tiurlina Siregar 2) ; Albert Lumbu 3) 1) SMP Negeri 1 Sentani; sitip736@gmail.com 2) Program Studi Magister Pendidikan IPA, UNCEN; tiurlina.siregar@yahoo.com 3) Program Studi Magister Pendidikan IPA, UNCEN; albertlumbu@gmail.com ABSTRACT This study aims to find out how to make an integrated science module, develop an integrated science module, and improve science process skills by using an integrated science module based on inquiry learning on food additives. Research Methods Research and Development. The research sample was conducted in class VIII A SMP Negeri 1 Sentani with a total of 32 students. The results showed that: 1) How to make a module through seven stages, namely module needs analysis, module design, implementation, assessment, evaluation, validation and quality assurance of the module, using four module components, namely the opening, introduction, learning and evaluation. 2) The development of an integrated science module based on inquiry learning on food additives material through the arrangement of stages of making modules for the use of the school environment Very feasible category to be used as teaching material and 3) Assessment of students' science process skills in RPP 1 to RPP 3 learning produces an average percentage of 69.75% with the skilled category. Keywords: Science Module; Inquiry Learning; Science Process Skills ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara membuat modul IPA terpadu, kelayakan pengembangan modul IPA terpadu, dan peningkatan keterampilan proses sains dengan menggunakan modul IPAterpadu berbasis inquiry learning pada materi zat aditif makanan. Metode Penelitian Research and Development. Sampel penelitiandilaksanakan di kelas VIII A SMP Negeri 1 Sentani dengan jumlah 32 peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Cara membuat modul melalui tujuh tahap yaitu analisis kebutuhan modul, mendesain modul, implementasi, penilaian, evaluasi, validasi dan jaminan kualitas modul, dengan menggunakan empat komponen modul yaitu bagian pembuka, pendahuluan, pembelajaran dan evaluasi. 2) Kelayakan modul IPA terpadu berbasis inquiry learning pada materi zat aditif makanan diperoleh rata-rata kelayakan modul IPA sebesar 94,76% dengan kategori sangat layak digunakan sebagai bahan ajar dan 3) Penilaian keterampilan proses sains peserta didik pada pembelajaran RPP 1 sampai RPP 3 menghasilkan rata-rata persentase sebesar 69,75% dengan kategori terampil. Kata Kunci : Modul IPA; Inquiry Learning; Keterampilan Proses Sains PENDAHULUAN Pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, merupakan usaha yang dilakukan agar manusia dapat mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajaran yang dikenal dan diakui oleh masyarakat.