SAKURA VOL. 3. No. 2 Agustus 2021 DOI: https://doi.org/10.24843/JS.2021.v03.i02.p08 https://doi.org/10.24843/JS.2021.v03.i01.p07 P-ISSN: 2623-1328 E-ISSN:2623-0151 174 Budaya Aisatsu dan Ojigi : Studi Fenomenologi Budaya Komunikasi Pada Pekerja Hotel Kyuukamura Kishu Kada Reinaldy Yusuf 1*) , Yusida Lusiana 2) , Heri Widodo 3) Sastra Jepang, FIB, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto-Jawa Tengah 1 [reysenburg@gmail.com], 2 [yusida.lusiana@unsoed.ac.id], 3 [heri.widodo@unsoed.ac.id] Abstrak Tujuan dari penelitian untuk mengetahui mengenai budaya komunikasi masyarakat Jepang yaitu komunikasi verbal Aisatsu dan non-verbal Ojigi yang dipraktekan oleh pekerja hotel Kyuukamura Kishu Kada menggunakan studi fenomologi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah budaya komunikasi verbal Aisatsu yang dipraktekan oleh pekerja Kyuukamura Kishu Kada berbeda-beda tergantung pada lawan bicara dan situasinya. Untuk budaya non-verbal Ojigi dilakukan untuk menunjukan permintaan maaf, terimkasih, dan menghormati lawan bicara. Semakin membungkuk dalam melakukan Ojigi maka perasaan yang ditunjukan semakin dalam. Pekerja di Kyuukamura Kishu Kada juga menyadari bahwa Aisatsu dan Ojigi merupakan budaya komunikasi Jepang yang sangat penting dan berperan penting terutama di Kyuukamura Kishu Kada. Kata Kunci: Budaya Komunikasi, Aisatsu, Ojigi, Fenomenologi. Abstract The purpose of the study was to find out about the communication culture of Japanese society, namely verbal Aisatsu and non-verbal Ojigi communication practiced by hotel workers Kyuukamura Kishu Kada using phenomenology studies. This research used a qualitative descriptive. The results found in this study are the Aisatsu verbal communication culture practiced by Kyuukamura Kishu Kada workers varies depending on the interlocutor and the situation. For non-verbal culture, Ojigi is done to show apologies, thanks, and respect for the other person. The more bent in doing Ojigi, the feelings shown are getting deeper. Employees at Kyuukamura Kishu Kada also realize that Aisatsu and Ojigi are very important Japanese communication culture and play an important role, especially in Kyuukamura Kishu Kada. Keyword: Communication Culture, Aisatsu, Ojigi, Phenomenology. 1. Pendahuluan Budaya merupakan suatu cara hidup yang berkembang, dimiliki oleh sekelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari berbagai unsur rumit termasuk seperti cara berpakaian, cara berkomunikasi, sistem politik dan sistem agama, Bahasa dan karya seni. Soemardi & Soemardjan (1964 dalam Rosana 2017:18) menerangkan bahwa suatu kebudayaan merupakan buah atau hasil karya cipta & rasa masyarakat. Suatu kebudayaan memang mempunyai hubungan yang amat erat dengan perkembangan yang ada di masyarakat. Salah satu unsur yang paling melekat dalam budaya adalah bahasa dan cara