AKSES: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 4 No. 7, April 2009 44 IMPLEMENTASI STRATEGI BLUE OCEAN UNTUK MENCAPAI KINERJA PERUSAHAAN YANG KOMPETITIF Umar Chadhiq Fakultas Ekonomi Universitas Wahid Hasyim ABSTRACT Since the dawn of the industrial age, companies have engaged in head-to- head competition. They are using red ocean strategy and have fought for competitive advantage, battled over market share, and struggled for differentiation. Now imagine instead the prospects for growth if companies could operate with no competitors at all. Because they operate blue ocean strategy, and they are will create uncontested performance. Keywords: Blue ocean strategy, red ocean strategy, uncontested performance PENDAHULUAN Sejak sejak lama antar perusahaan terlibat dalam kompetisi langsung satu sama lain demi mengejar pertumbuhan yang langgeng dan menguntungkan. Perusahaan-perusahaan itu bertarung demi keunggulan kompetitif, berebut pangsa pasar, dan berjuang menciptakan diferensiasi. Tidak jarang persaingan yang terjadi diantara perusahaan itu membawa konsekuensi gulung tikarnya suatu perusahaan karena tidak kuat bersaing lagi. Bagi perusahaan yang menang bersaingpun harus rela mengeluarkan biaya sangat besar demi memenangkan persaingan di pasar. Pasar bisnis menurut istilah Kim dan Moubourgne (2005) bisa dibagi menjadi dua samudra: samudra merah dan samudra biru. Samudra merah (red ocean) merupakan semua industri yang ada saat ini. Ini adalah ruang pasar yang sudah dikenal. Sementara samudra biru ( blue ocean) menandakan industri-industri yang belum ada sekarang. Ini adalah ruang pasar yang tidak dikenal. Dalam samudra merah, batasan-batasan dalam industri telah didefinisikan dan diterima, dan aturan-aturan persaingan sudah diketahui (Porac dan Rosa, 1996). Di sini, perusahaan berusaha mengalahkan lawan mereka demi mendapatkan pangsa permintaan yang lebih besar. Ketika ruang pasar semakin penuh, prospek terhadap laba dan pertumbuhan pun berkurang. Pada kondisi ini produk menjadi komoditas dan kompetisi yang sengit yang dapat mengubah samudra merah menjadi samudra penuh darah. Sebaliknya, samudra biru ditandai oleh ruang pasar yang belum terjangkau, penciptaan permintaan, dan peluang pertumbuhan masih sangat menguntungkan. Meskipun sejumlah samudra biru diciptakan benar-benar di luar industri yang telah ada, kebanyakan dibuat dari dalam samudra merah dengan cara memperluas batasan-batasan industri yang sudah ada. Dalam