KITEKTRO: Jurnal Online Teknik Elektro e-ISSN: 2252-7036 Vol.5 No.1 2020: 19-27 Vol.5 No.1 2020 19 @2020 kitektro Rancangan Prototipe Aplikasi Informasi Penyewaan Gedung Pernikahan di Banda Aceh Riki Andrian 1 , Ardiansyah 2 , Maya Fitria 3 1, 2, 3 Jurusan Teknik Elektro dan Komputer, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk. Syech Abdurrauf No. 7, Darussalam, Banda Aceh, 23111, Indonesia 1 rikiandrean81@gmail.com 2 ardiansyah@unsyiah.ac.id 3 mayafitria@unsyiah.ac.id AbstrakSeiring perkembangan waktu gedung tidak hanya digunakan sebagai tempat tinggal saja, akan tetapi dapat digunakan sebagai perkantoran, tempat pertemuan, pertokoan atau pusat perbelanjaan. Selain itu gedung dibangun untuk memiliki multi fungsi seperti resepsi pernikahan. Saat ini untuk penyewaan gedung di Banda Aceh masih dilakukan secara konvensional yaitu dengan cara mendatangi langsung ke lokasi atau menghubungi pihak gedung. Bagi sebagian orang yang memiliki kesibukan hal ini akan sangat memakan waktu untuk datang ke lokasi melihat ketersediaan gendung dan mencari-cari gedung yang masih tersedia. Oleh karena itu diperlukanlah sebuah sistem aplikasi untuk memudahkan proses reservasi gedung, sehingga memudahkan pencari gedung tanpa harus ke lokasi. Calon pengguna hanya melihat daftar gedung yang tersedia sesuai dengan waktu yang dibutuhkan. Selain itu, calon pengguna dimudahkan dengan dapat melihat fasilitas dan harganya. Kata KunciReservasi, pernikahan, gedung, sewa, usability testing. I. PENDAHULUAN Seiring perkembangan waktu gedung tidak hanya digunakan sebagai tempat tinggal saja, akan tetapi dapat digunakan sebagai perkantoran, tempat pertemuan, pertokoan atau pusat perbelanjaan. Selain itu, saat ini gedung dibangun untuk memiliki multi fungsi seperti acara pernikahan[1]. Jasa penyewaan gedung menjadi suatu usaha yang berkembang di kota-kota besar terutama di Banda Aceh. Minat pengguna gedung di Banda Aceh beberapa tahun belakangan ini mengalami peningkatan. Terlihat dari adanya acara yang sering dilaksanakan seperti acara pernikahan di gedung. Saat ini untuk penyewaan gedung, khususnya di Banda Aceh, masih dilakukan secara konvensional yaitu dengan cara datang langsung ke lokasi atau menghubungi pihak gedung lewat telepon biasa. Hal ini akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengetahui apakah gedung tersebut dapat digunakan atau sudah disewa oleh pihak lain dan membutuhkan waktu lebih untuk mencari lokasi gedung lainnya.Beberapa masalah yang terjadi seperti hilangnya berkas atau perubahan data terkait sertifikat menjadi masalah yang bisa ditelusuri melalui data pinjaman. Bagi sebagian orang yang memiliki kesibukan, hal ini akan sangat menguras waktu dan tenaga untuk hal tersebut. Maka diperlukanlah sebuah sistem aplikasi untuk memudahkan proses reservasi gedung. Hal ini tentunya dapat memudahkan pencari gedung tanpa harus ke lokasi. Calon pengguna cukup melihat daftar gedung yang tersedia sesuai dengan waktu yang dibutuhkan. Selain itu, calon pengguna juga dapat melihat fasilitas yang disediakan serta harga dari gedung tersebut. Apabila gedung yang di inginkan sudah disewakan maka calon pengguna dapat memilih waktu yang masih kosong atau mencari gedung lain yang masih kosong di waktu yang dibutuhkan. II. TINJAUAN PUSTAKA A. Rekayasa Perangkat Lunak Reakayasa Perangkat Lunak (RPL) secara umum disepakati sebagai terjemahan dari istilah software engineering. Pada tahun 1968 istilah software engineering sediri mulai dipopulerkan pada software engineering conference yang diselenggarakan oleh NATO. Perangkat lunak merupakan perintah yang digunakan untuk memproses informasi. Perangkat lunak dapat berupa program atau prosedur. Rangkaian perangkat lunak itu sendiri ialah suatu disiplin ilmu yang membahas semua aspek produksi perangkat lunak, mulai dari tahap awal yaitu analisa kebutuhan pengguna, menentukan spesifikasi dari kebutuhan pengguna, disain, pengkodean, pengujian sampai pemeliharaan sistem setelah digunakan[2]. Terdapat 5 prinsip atau kriteria yang sering digunakan sebagai acuan dalam Rekayasa perangkat lunak yaitu: Dapat mengikuti keinginan pengguna (robust). Dapat terus dirawat dan dipelihara (maintainability). Dapat memenuhi kebutuhan yang diinginkan (usability). Efisien dan efektif dalam menggunakan energi dan penggunaannya. Dapat mengikuti perkembangan teknologi (dependability). Secara umum tujuan dari rekayasa perangkat lunak tidak jauh berbeda dengan bidang rekayasa yang lainnya. Bidang rekayasa akan selalu menghasilkan output yang kinerjanya