Prosiding Hubungan Masyarakat http://dx.doi.org/10.29313/.v6i2.23061 320 Pengelolaan Persiapan Personal Grooming Firly Marsela, Riza Hernawati Prodi Hubungan Masyarakat, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung Bandung, Indonesia firlymarsela@gmail.com, diza0712@yahoo.com Abstract—The appearance of an employee seems to be very important and demanded by the company. It can be seen from job advertisements which generally include "attractive performances" as one of the requirements that the job applicants must fulfill, especially for female applicants. Grooming, or generally speaking about neatness, involves the outer and inner neatness. The inner neatness relates to the concerned with the cleanliness of the work environment and its surroundings, not slouchy, and has a neat habit. While the outer neatness is a visible look, like how to groom and dress up. The focus of this research is to find out "How to manage Grooming preparation in the Acceptance Competition of Female Candidates in Program Bina BNI Jawa Barat". This research uses a qualitative approach to case studies, through unstructured and in-depth interview methods to candidates of female employees who have passed the interview stage of the Bina BNI Jawa Barat program. Validity test of data using the triangulation method to measure zzz reality of the field. As for the result of this research are: 1) candidates do personal grooming, which is grouped into three aspects namely clothing, makeup, and manner. The aspect of clothing and makeup following the appeal of the Bina BNI is wearing formal attire and not too excessive on makeup. 2) The choice of candidates’ clothing and makeup should follow these standards: formal attire consisting of shirts/blouse, blazer, skirt/chino pants, veil, 5cm heels with a color that is not very striking, and accessories if necessary. 3) Management of attraction of the candidates during the recruitment process is very important considering the appearance can create the first impression and perception or halo effect of candidates who can build their communication connection with HRD for the first time. Keywords—Personal Grooming, Attractive Appeareance, Make-up, Attitude Abstrak—Penampilan seorang karyawan perusahaan seolah telah menjadi hal yang sangat penting dan dituntut perusahaan kepada para pegawai maupun calon pegawainya. Hal ini dapat dilihat dari iklan-iklan lowongan kerja yang pada umumnya mencantumkan “penampilan menarik” sebagai salah satu persyaratan yang harus dipenuhi oleh para pelamar kerja, terutama pelamar kerja perempuan. Grooming, atau kerapian yang lebih luas, meliputi kerapian luar dan dalam. Kerapian berkaitan dengan sifat yang peduli dengan kebersihan lingkungan kerja dan sekitarnya, tidak jorok, dan memiliki kebiasaan rapi. Sedangkan kerapian luar merupakan tampilan yang tampak, seperti cara berpakaian dan berdandan. Adapun fokus penelitian yang ingin mengetahui sehingga diperlukan penelitian yakni, “Bagaimana Pengelolaan Persiapan Grooming pada Kompetisi Penerimaan Calon Karyawati Program Bina BNI Jawa Barat”. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, melalui metode wawancara tidak terstruktur dan mendalam kepada calon karyawati Program Bina BNI Jabar yang telah sampai pada tahap seleksi wawancara. Uji keabsahan data menggunakan metode triangulasi untuk validasi data guna untuk mengukur realitas yang ada dilapangan. Hasil dari penelitian ini adalah 1) Calon karyawati melakukan persipan personal grooming yang dikelompokkan lagi menjadi tiga aspek yakni pakaian, make up dan manner. Aspek pakaian dan make up yang dipersiapkan sesuai dengan himbauan pihak Bina BNI yakni pakaian formal dan berdandan tidak berlebihan 2) Pemilihan pakaian dan tata rias yang dilakukan calon karyawati yang memenuhi standar yakni pakaian formal yang terdiri dari kemeja/blouse, blazer,rok/celana bahan chino, kerudung, sepatu heels 5cm dengan warna yang tidak terlalu mencolok. dan aksesories yang disesuaikan dengan kebutuhan 3) Pengelolaan daya tarik penampilan diri calon karyawati pada saat proses seleksi penerimaan kerja Program Bina BNI sangat penting mengingat penampilan bisa menciptakan kesan pertama dan persepsi atau efek halo dari seseorang yang bisa membangun koneksi komunikasinya dengan HRD saat pertamakali. Kata Kunci—Personal grooming, Penampilan menarik, Tata rias, Sopan santun PENDAHULUAN I. Dalam proses komunikasi ada dua yakni, komunikasi verbal dan komunikasi non verbal. Komunikasi non verbal jauh lebih efektif daripada komunikasi verbal, salah satu alasan mengapa komunikasi non verbal jauh lebih efektif daripada komunikasi verbal karena pada prosesnya komunikasi non verbal tidak menggunakan kata-kata namun menggunakan gerak isyarat, ekspresi wajah, kontak mata, penggunaan objek seperti penggunaan pakaian, potongan rambut, aksesories, dan sebagainya yang berhubungan dengan penampilan. Visual dari penampilan diri yang diciptakan akan menimbulkan persepsi. Persepsi meliputi penginderaan (sensasi) melalui alat-alat indra kita, atensi, dan interpretasi. Sensasi merujuk kepada pesan yang dikirimkan melalui otak lewat penglihatan, pendengaran, sentuhan, penciuman dan pengecapan (Deddy Mulyana, 2010:170). Penampilan juga merupakan hal yang melekat dalam diri yang pertama kali dilihat oleh pandangan mata. Maka tidak heran penampilan seorang karyawan dan karyawati perusahaan seolah telah menjadi hal yang sangat penting dan dituntut perusahaan kepada para pegawainya. Hal ini dapat dilihat dari iklan-iklan lowongan kerja yang pada umumnya mencantumkan ―penampilan menarik‖ sebagai salah satu persyaratan yang harus dipenuhi oleh para pelamar kerja, terutama pelamar kerja perempuan. Selain