Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar ISSN : 1907-8153 (Print) ISSN : 2549-0567 (Online) Vol. XV No. 1, Juni 2020 DOI: https://doi.org/10.32382/medkes.v15i1.1440 109 Nomor Persetujuan Etik : B/175.a/UN55.4.1/PT.00/2019 DUKUNGAN DAN PERSEPSI KELUARGA TENTANG KUALITAS HIDUP PASIEN DENGAN GANGGUAN JIWA SUPPORT AND FAMILY PERCEPTION ABOUT QUALITY OF PATIENTS LIFE WITH MENTAL DISORDERS Irfan 1 , Heriyati 2 , Saharani 3 1 Stikes Marendeng Majene 2,3 Universitas Sulawesi Barat E-mail korespondensi: heriyati@unsulbar.ac.id ABSTRACT Mental disorders are thought patterns that are usually associated with problems or distorted problems in one or more important functions for humans, namely psychological, behavioral, biological, and change functions not only in the relationships of these people but also in society. The purpose of this study is to discuss family relationships with family perceptions about the quality of life of patients with mental disorders. The research design used was analytic description with cross-sectional study, sample selection with purposive sampling technique, the number of samples found was 64 samples. Data were analyzed using chi-square test. Statistical test results obtained about family relations with a quiet family about the quality of life of patients for p = 0,000 <0.05. The conclusion of this study is about the relationship between family support and patients' perceptions about the quality of life of patients with mental disorders. Related to health care recommendations to provide maximum psychiatric care for patients, not only with care but also with useful information both from the medical and family and those around him to improve the quality of life of patients, such as socializing about caring for people with mental assistance and providing training for the cadres mostly about the care of patients with mental disorders. Keywords : family support, quality of life, mental disorder ABSTRAK Gangguan mental adalah sindrom pola perilaku yang biasanya dikaitkan dengan gejala penderitaan atau perilaku menyimpang dalam satu atau lebih fungsi penting bagi manusia, yaitu fungsi psikologis, perilaku, biologi, dan gangguan tidak hanya dalam hubungan orang itu tetapi juga dalam masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan dukungan keluarga dengan persepsi keluarga tentang kualitas hidup pasien dengan gangguan jiwa. Desain penelitian yang digunakan adalah deskripsi analitik dengan pendekatan studi cross-sectional, pemilihan sampel dengan teknik purposive sampling, jumlah sampel yang ditemukan sebanyak 64 sampel. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil uji statistik didapatkan hubungan dukungan keluarga dengan persepsi keluarga yang tenang tentang kualitas gangguan seumur hidup pasien untuk p = 0,000 <0,05. Kesimpulan pada penelitian ini adalah bahwa ada hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dan persepsi pasien tentang kualitas hidup pasien dengan gangguan jiwa. Adapun rekomendasi perawatan kesehatan untuk memberikan perawatan psikiatrik maksimal kepada pasien, tidak hanya dengan perawatan tetapi juga dengan pendekatan informasi yang bermanfaat baik dari medis dan keluarga dan orang-orang di sekitarnya untuk meningkatkan kualitas hidup pasien, seperti bersosialisasi tentang perawatan orang dengan gangguan jiwa dan memberikan pelatihan untuk para kader terutama tentang perawatan pasien dengan gangguan jiwa. Kata kunci: dukungan keluarga, kualitas hidup, gangguan jiwa PENDAHULUAN Badan kesehatan dunia WHO, mencatat bahwa ada 540 juta penduduk di dunia menderita gangguan jiwa, dimana 50- 92% merupakan angka kekambuhan pasien dengan gangguan jiwa. Peningkatan jumlah penderita gangguan jiwa di Indonesia pada anggota rumah tangga (art) dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2018, kasus tertinggi yaitu provinsi bali 11,0% dan kasus terendah yaitu provinsi kepulauan riau 3,0% (Riskesdas,2018). Provinsi sulawesi barat berada di urutan ke sembilan dengan prevalensi ganguan jiwa art 9,7 % sedangkan pada kasus depresi provinsi sulawesi barat berada di urutan ke 28 dengan prevalensi 3,4% dan pada kasus gangguan mental emosional berada diurutan ke 23 dengan prevalensi 9,6 % . Kualitas hidup yang tinggi diikuti oleh peran keluarga yang besar atau dukungan keluarga yang baik, Hal ini tidak lepas dari fungsi perawatan atau pemeliharaan kesehatan oleh keluarga, Dalam fungsi ini keluarga juga berperan dalam konsep sehat dan sakit ketika anggota keluarga mengalami masalah pada kesehatan sehingga kebutuhan kesehatan anggota