Jurnal Adat dan Budaya, Vol 3, No 1 Tahun 2021 ISSN: E-ISSN 2615-6156, P-ISSN: 2615-6113 Jurnal Homepage: https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JABI/index 36 FOLKLOR LISAN TOTOKKENGAN DI PULAU SAPEKEN, KABUPATEN SUMENEP Vigor Vagori 1 , Ida Ayu Made Darmayanti 2 , Putu Mas Dewantara 3 123 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Pendidikan Ganesha, Bali, Indonesia e-mail: vigor.igha96@gmail.com Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk, kategori, dan fungsi Totokkengan di Pulau Sapeken, Kabupaten Sumenep. Penelitian ini dianalisis menggunakan bentuk deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini, yakni informan di Pulau Sapeken, Kabupaten Sumenep. Hasil penelitian Totokkengan di Pulau Sapeken, Kabupaten Sumenep dapat disimpulkan sebagai berikut: pertama, bentuk Totokkengan dapat dikelompokkan menjadi lima, yaitu: (1) pertanyaan yang bersifat teka-teki atau disebut juga pertanyaan yang cerdik, ditemukan 3 dari 42 Totokkengan; (2) pertanyaan yang bersifat permainan kata-kata, ditemukan 6 dari 42 Totokkengan; (3) pertanyaan yang bersifat permasalahan, ditemukan 5 dari 42 Totokkengan; (4) pertanyaan perangkap, ditemukan 2 dari 42 Totokkengan; dan (5) pertanyaan yang bernada lelucon, ditemukan 4 dari 42 Totokkengan. Kedua, kategori Totokkengan dapat dikelompokkan menjadi sebelas, yaitu: (1) persamaan dengan makhluk hidup, ditemukan 10 dari 42 Totokkengan; (2) persamaan dengan binatang, ditemukan 2 dari 42 Totokkengan; (3) persamaan dengan manusia, ditemukan 3 dari 42 Totokkengan; (4) persamaan dengan beberapa binatang, ditemukan 1 dari 42 Totokkengan; (5) persamaan dengan beberapa orang, ditemukan 3 dari 42 Totokkengan; (6) persamaan dengan benda, ditemukan 6 dari 42 Totokkengan; (7) persamaan dengan tanaman, ditemukan 1 dari 42 Totokkengan; (8) penambahan keterangan perumpamaan, ditemukan 6 dari 42 Totokkengan; (9) penambahan keterangan pada bentuk dan fungsi, ditemukan 1 dari 42 Totokkengan; (10) penambahan keterangan pada warna ditemukan 2 dari 42 Totokkengan; dan (11) penambahan dalam tindakan ditemukan 11 dari 42 Totokkengan. Ketiga, fungsi Totokkengan memiliki delapan fungsi, yaitu (1) untuk menguji kepandaian orang lain, (2) untuk meramal, (3) sebagai sebagian upacara perkawinan, (4) untuk mengisi waktu saat begadang menunggu jenazah dimakamkan, (5) untuk melebihi orang lain, (6) sebagai pengantar tidur, (7) hiburan, dan (8) pendidikan. Kata Kunci: Folklor; Pulau Sapeken; Totokkengan Abstract This study aims to describe the form, category, and function of Totokkengan on Sapeken Island, Sumenep Regency. This study used the descriptive qualitative method. The source of this research data is informants on Sapeken Island, Sumenep Regency. The results of the Totokkengan research on Sapekan Island, Sumenep Regency can be concluded as follows: first, the Totokkengan forms can be grouped into five, namely: (1) riddle questions or also called clever questions found in 3 out of 42 Totokkengan. (2) pun questions were found 6 out of 42 Totokkengan, (3) problematic questions were found 5 out of 42 Totokkengan (4) trap questions were found 2 out of 42 Totokkengan (5) joke questions were found 4 out of 42 Totokkengan. Second, the Totokkengan category can be grouped into eleven, namely: (1) similarities with living things found 10 out of 42 Totokkengan (2) similarities with animals found 2 out of 42 Totokkengan, (3) similarities with humans found 3 out of 42 Totokkengan, (4) similarities with several animals found 1 out of 42 Totokkengan, (5) similarities with several people found 3 of 42 Totokkengan (6) similarities with objects found 6 out of 42 Totokkengans (7) similarities with plants found 1 of 42 Totokkengan (8) addition of descriptions of imagery found 6 of 42 Totokkengan, (9) addition of information on form and function found 1 of 42 Totokkengan, (10) addition of color information found 2 of 42 Totokkengan, (11) addition of action found 11 of 42 Totokkengan. Third, the function of Totokkengan has eight functions, namely (1) to test the intelligence of others, (2) to predict, (3) as part of a marriage ceremony, (4) to fill the time when staying up late waiting for the body to be buried, (5) to surpass people. others, (6) as a bedtime, (7) entertainment, and (8) education. Keywords: Folklore; Sapeken Island; Totokkengan