TEKNO, Vol 26 September 2016, ISSN : 1693-8739 Nuniek Fahriani, Yoedo Agung Suryo , dan Putri Aisyiyah R. Devi adalah Dosen Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Gresik 136 PEMBANGKIT KEY POLYALPHABETIC CIPHER PADA KRIPTOGRAFI SIMETRI MENGGUNAKAN JAVA Nuniek Fahriani, Yoedo Agung Suryo , Putri Aisyiyah R. Devi Abstrak: Kriptografi adalah usaha untuk mengirim pesan rahasia ke penerima dengan menggunakan sistem kode untuk membuat pesan tersebut tidak bisa dipahami oleh pihak ketiga. Didalam kriptografi ada dua macam proses yaitu : proses enkripsi dan proses deskripsi. Enkripsi modern berbeda dengan enkripsi konvensional. Enkripsi modern sudah menggunakan komputer untuk pengoperasiannya, berfungsi untuk mengamankan data baik yang ditransfer melalui jaringan komputer maupun yang bukan. Hal ini sangat berguna untuk melindungi kerahasiaan, integritas data, autentikasi dan non-repudiasi. Salah satu metode yang digunakan yaitu kriptografi simetri atau algoritma simetri. Algoritma ini sering disebut dengan algoritma klasik karena memakai kunci yang sama untuk proses enkripsi dan deskripsi. Ada berbagai serangan keamanan enkripsi untuk dapat mendekrip ciphertext. Salah satu bentuk metode yang dapat mengatasi keamanan data adalah menggunakan pembangkit key polyalpabetic cipher, karena dibuat dari sejumlah cipher abjad-tunggal, masing – masing dengan kunci yang berbeda. Kata Kunci: Kriptogafi, Venam, Polyalphabetic, Cipher, Enkripsi, Deskripsi Kriptografi secara umum adalah ilmu dan seni untuk menjaga kerahasiaan berita atau informasi (Sneider, 1996). Pengertian kriptografi yang lain adalah ilmu yang mempelajari teknik–teknik matematika yang berhu-bungan dengan aspek keamanan in-for-masi seperti kerahasiaan data, keabsahan data, integritas data, serta autentikasi data (Knused, 1994). Ada empat tujuan mendasar dari ilmu kriptografi yang juga merupakan aspek keamanan informasi, yaitu : 1. Kerahasiaan adalah layanan yang di- gunakan untuk menjaga isi dari infor- masi dari siapapun kecuali yang me- miliki otoritas atau kunci rahasia untuk membuka informasi yang telah disandi 2. Integritas data adalah berhubungan dengan penjagaan dari perubahan data secara tidak sah. Untuk menjaga inte- gritas data, sistem harus memiliki ke- mampuan untuk mendeteksi manipulasi data oleh pihak-pihak yang tidak ber- hak. Antara lain, penyisipan, pengha- pusan, dan pensubstitusian data lain kedalam data yang sebenarnya. 3. Autentikasi adalah berhubungan deng- an identifikasi/pengenalan baik secara kesatuan system maupun informasi itu sendiri. Dua pihak yang saling ber- komunikasi harus saling memper- kenalkan diri. Informasi yang diki- rimkan melalui kanal harus diauten- tikasi keaslian, isi datanya, waktu pengiriman. 4. Non repudiasi atau nirpenyangkalan a- dalah usaha untuk mencegah terjadinya penyangkalan terhadap pengiriman/ter- ciptanya suatu informasi oleh yang mengirim-kan/membuat. Didalam kriptografi ada algoritma yang dipakai. Ditinjau dari asal usulnya, kata algoritma mempunyai sejarah yang menarik. Kata ini muncul didalam kamus Webster sampai akhir tahun 1957. Kata algorism mempunyai arti proses perhi- tungan dalam bahasa arab yang terkenal yaitu Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa