Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains
Vol. 10 No. 2 (2021)
DOI: https://doi.org/10.19109/intelektualita.v10i2.9650
Copyright © 2021 Prayudi Rahmatullah, Tutik Hamidah
p-ISSN 2303-2952; e-ISSN 2622-8491
http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/intelektualita 341
Pemikiran Politik dan Negara Ibnu Taimiyah: Studi Pendudukan
Taliban atas Pemerintahan Afghanistan
Prayudi Rahmatullah
1
, Tutik Hamidah
1
1
UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Indonesia
Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis pendudukan Taliban terhadap pemerintah
Afganistan dalam perspektif pemikiran Ibnu Taimiyah tentang politik dan negara. Metode penelitian
yang digunakan adalah penelitian kepustakaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendudukan
Taliban atas Afganistan tidak terlepas dari nuansa politik yang melibatkan banyak aktor di antaranya
Al-Qaeda, Iran, Arab Saudi, dan Taliban. Menurut Ibnu Taimiyah dalam berpolitik hendaknya
berlandaskan ajaran Tuhan yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis. Dalam menciptakan tatanan
negara yang aman dan damai diperlukannya pemimpin yang adil dan amanah serta perlunya
menghindari pertikaian agar tidak terjadi bubarnya suatu negara.
Kata Kunci: Ibnu Taimiyah, Politik, Negara, Taliban, Afghanistan
Abstract: This study aims to analyze the Taliban occupation of the Afghan government in the
perspective of Ibn Taimiyah's thought about politics and the state. The research method used is
library research. This study concludes that the Taliban's occupation of Afghanistan is inseparable
from the political nuances that involve many actors including Al-Qaeda, Iran, Saudi Arabia, and the
Taliban. According to Ibn Taimiyah, in politics, it should be based on God's teachings which are
sourced from the Qur'an and Hadith. In creating a safe and peaceful state order, a just and trustworthy
leader is needed and the need to avoid conflict in order to prevent the dissolution of a country.
Keywords: Ibn Taimiyah, Politics, State, Taliban, Afghanistan
Pendahuluan
Dalam diskursus politik unsur utama yang
menjadi objek kajian adalah negara (State) istilah
state yang berarti negara berasal dari bahasa latin,
status atau stato (itali), etat (Prancis), dan State
(Igggris), (Halim, 2013). Kajian tentang politik dan
konsep negara menjadi sangat menarik jika dikaji
dari berbagai aspek termasuk dalam hal ini adalah
pemikiran Ibnu Taimiyah. Sebagai agama yang
universal, Islam tidak secara spesifik membahas
tentang politik dan Negara, namun secara mafhum
Corresponding Author: Prayudi Rahmatullah (prayudirengggaing@uin-malang.ac.id). UIN Maulana Malik
Ibrahim, Indonesia
berdasarkan teks yang ada di alqur’an banyak ayat -
ayat yang menyinggung prihal prinsip-prinsip
bernegara, tentang prinsip keadilan, persamaan,
kesetaraan dan dimensi lainnya. (Suharti, 2015)
Secara historis kajian tentang politik dan
negara baru muncul ketika periode Bani
Abbasiyyah.(Lapidus & Mas’adi, 1999) Pada
periode sebelumnya para cendikia muslim hanya
terfokus pada persoaalan, fiqh, ahlak, hadis, tafsir
saja, pada dinasti Abbasiyah mulai bermunculan
aliran-aliran baru yang memberikan nuansa baru