PROS SEM NAS MASY BIODIV INDON Volume 5, Nomor 2, Juni 2019 ISSN: 2407-8050 Halaman: 205-208 DOI: 10.13057/psnmbi/m050210 Etnobotani tanaman obat masyarakat sekitar di Gunung Ungaran, Jawa Tengah Ethnobotany of medicinal plants surrounding communities on Mount Ungaran, Central Java NUR RAHAYU UTAMI, MARGARETA RAHAYUNINGSIH , M. ABDULLAH, FIRMAN HERU HAKA 1 Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang. Jl. Sekaran Raya, Kampus Sekaran Gunungpati Semarang 50229, Jawa Tengah. Tel.: +62-24-8508092/93 Fax: +62-24-8508093/8508082. email: etak_sigid@mail.unnes.ac.id Manuskrip diterima: 7 Oktober 2018. Revisi disetujui: 30 November 2018. Abstract. Utami NR, Rahayuningsih M, Abdullah M, Haka FH. 2019. Etnobotani tanaman obat masyarakat sekitar di Gunung Ungaran, Jawa Tengah. Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon 5: 205-208. Gunung Ungaran adalah salah satu area hutan alam yang tersisa di Jawa Tengah. Gunung Ungaran dan sekitarnya memiliki berbagai potensi keanekaragaman hayati. Potensi keanekaragaman hayati yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar dan salah satunya digunakan sebagai tanaman obat. Tujuan penelitian adalah menganalisis etnobotani tanaman obat pada masyarakat di sekitar Gunung Ungaran. Etnobotani tanaman obat menunjukkan peran penting informasi dari masyarakat tradisional mengenai upaya penyembuhan berbagai penyakit. Penelitian dilakukan di 6 (enam) desa di sekitar Gunung Ungaran, seperti Banyuwindu, Kalisidi, Sumberrahayu, Ngesrepbalong, Gondang, Kalisidi, dan Sriwulan. Waktu penelitian dimulai pada April-Agustus 2018. Penelitian ini menggunakan metode Participatory Rural Appraisal, yang merupakan proses penilaian yang berorientasi pada keterlibatan dan peran masyarakat secara aktif dalam penelitian. Teknik wawancara langsung juga dilakukan kepada masyarakat desa, dengan mengambil sampel 25 responden per desa. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan total sebanyak 35 spesies tumbuhan dimanfaatkan oleh masyarakat di sekitar Gunung Ungaran sebagai tanaman obat. Bagian tanaman yang dimanfaatkan adalah akar, batang, daun, bunga, biji, buah, dan rimpang. Pengolahan tanaman yang digunakan sebagai tanaman obat pada umumnya masih menggunakan metode tradisional. Keywords: Biodiversity, ethnobotani, medicinal plant, Mount Ungaran Abstract. Utami NR, Rahayuningsih M, Abdullah M, Haka FH. 2019. Ethnobotany of medicinal plants surrounding communities on Mount Ungaran, Central Java. Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon 5: 205-208. Mount Ungaran is one of the areas that has natural remaining forests in Central Java. Mount Ungaran and its surroundings have a variety of potential biodiversity. The potential biodiversity that can be utilized by the surrounding community and one of them was used as medicinal plants. The objective of the researched was to analyze the ethnobotany of medicinal plants on the community around Mount Ungaran. Ethnobotany of medicinal plants showed the important role of information from traditional communities regarding efforts to cure various diseases. The study was conducted in 6 (six) villages around Mount Ungaran, such as Banyuwindu, Kalisidi, Sumberrahayu, Ngesrepbalong, Gondang, Kalisidi, and Sriwulan. The time of the study began on April-August 2018. The research used Participatory Rural Appraisal method, which is an assessment process that is oriented to the involvement and role of the community actively in research. The technique of direct interviews was also carried out to the village community, by taking a sample of 25 respondents per village. Data analysis using by descriptive qualitative. The results showed that as many as 35 species of plants were used by the community around Mount Ungaran as a medicinal plant. Plant parts that are utilized were roots, stems, leaves, flowers, seeds, fruit, and rhizomes. The processing of plants used as medicinal plants in general still uses by traditional methods. Keywords: Biodiversity, ethnobotani, medicinal plant, Mount Ungaran PENDAHULUAN Gunung Ungaran Jawa Tengah merupakan salah satu area di Jawa Tengah yang memiliki kawasan hutan alami. Gunung Ungaran secara administrasi diapit dua Kabupaten, yaitu Kabupaten Semarang dan Kabupaten Kendal dengan luasan area sekitar 5500 ha. Sebagian besar kawasan Gunung Ungaran pengelolaannya dibawah Perum Perhutani Jawa Tengah, KPH Kedu Utara, yaitu hutan lindung (2670,25 ha), hutan produksi (622,33), dan hutan produksi terbatas (618,93 ha). Sementara Kawasan konservasi di sekitar Gunung Ungaran berupa Cagar Alam yang luasnya hanya 1,8 ha, pengelolaannya di bawah BKSDA (Balai Konservasi Sumberdaya Alam) Jawa Tengah. Gunung Ungaran memilik kekayaan biodiversitas yang cukup tinggi, termasuk flora dan fauna (Rahayuningsih et al. 2017). Gunung Ungaran dikelilingi beberapa desa, yang masing-masing memiliki sumberdaya, keunikan, dan kekhasan keanekaragaman hayati dan keanekaragaman budaya. Salah satu keanekaragaman hayati yang dimiliki adalah keanekaragaman tanaman berkhasiat obat dan berpotensi sebagai tanaman obat. Pemanfaatan tanaman sebagai obat,ramuan, jamu sebenarnya merupakan tradisi dan turun temurun sudah dilakukan masyarakat kita.