Karakteristik Konsentrasi CH4 (metana) di Beberapa Kota Besar dan Kota Kecil di Indonesia............................................. (Susanti et. al) 167 KARAKTERISTIK KONSENTRASI CH 4 (METANA) DI BEBERAPA KOTA BESAR DAN KOTA KECIL DI INDONESIA (Characteristics of CH 4 (Methane) in Some Large Cities and Small Towns in Indonesia) Indah Susanti, Lilik S. Supriatin, dan Waluyo E. Cahyono Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer, LAPAN Jalan dr. Djundjunan 133 Bandung 40173 Jawa Barat, Indonesia E-mail: indahpl@gmail.com Diterima: 17Februari 2017; Direvisi (Revised): 14 September 2017; Disetujui untuk Dipublikasikan (Accepted): 29 September 2017 ABSTRAK Keberadaan konsentrasi CH 4 di atmosfer berasal dari sumber emisi CH 4 di permukaan bumi baik asal antropogenik maupun alami. Bobot molekul CH 4 yang ringan mengakibatkan CH 4 dapat bergerak vertikal sampai ke stratosfer. Konsentrasi CH 4 yang tak terkendali berakibat pada pemanasan global dan perubahan iklim, sehingga perlu dipahami karakteristik CH 4 terutama di beberapa kota besar (Jakarta, Medan, Makassar) dan kota kecil (Ambon, Biak Numfor, Pangkal Pinang) di Indonesia. Dengan menggunakan data Atmospheric Infra Red Soundings (AIRS) level 3 yang memiliki resolusi spasial satu derajat dan resolusi temporal bulanan, untuk periode waktu 2003-2015, dikaji kecenderungan konsentrasi CH 4 di enam kota dan anomalinya pada beberapa ketinggian atmosfer serta analisis pengaruh kategori kota (kota besar dan kota kecil berdasarkan jumlah penduduk) terhadap konsentrasi CH 4 . Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis spasial horizontal dan vertikal dengan bantuan Software Grads untuk mengetahui daerah mana dan pada level ketinggian mana terjadi perubahan konsentrasi CH 4 , serta ditunjang oleh analisis statistik regresi dan uji Friedman serta uji Tukey untuk mengetahui apakah ada pengaruh kategori kota terhadap konsentrasi CH 4 di atmosfer. Hasilnya menunjukkan adanya penurunan konsentrasi CH 4 terhadap ketinggian atmosfer dengan pola logaritmik (eksponensial) yang sebagian besar berasal dari kegiatan di permukaan bumi. Fluktuasi konsentrasi CH 4 di atmosfer disebabkan salah satunya oleh El Nino Southern Oscilation (ENSO). Kondisi ini tampak dari kesamaan pola nilai indeks ENSO dan konsentrasi CH 4 . Berdasarkan penelitian dengan menggunakan uji Friedman dan uji Tukey dihasilkan bahwa klasifikasi kota menjadi kota besar dan kota kecil tidak berpengaruh pada konsentrasi CH 4 . Kata kunci: profil, metana, AIRS, statistik, klasifikasi, kota ABSTRACT Concentration of CH 4 in the atmosphere comes from the source of CH 4 emissions on the earth's surface either natural or anthropogenic activities. The light molecular weight resulting CH 4 can move vertically up into the stratosphere. Unbridled CH 4 concentration resulted in global warming and climate change. So, it’s important to understand CH4 characteristics, especially in large cities (Jakarta, Medan, Makassar) and small towns (Ambon, Biak Noemfoor, Pangkal Pinang) in Indonesia. Using data Atmospheric Infra Red Soundings (AIRS) level 3 which has a spatial resolution of one degree and monthly temporal resolution, for time period from 2003 to 2015, we analyzed the tendency of concentration of CH 4 in 6 cities and its anomalies in some altitude atmosphere as well as analysis of the influence of the city category (cities and towns based on population) towards the CH 4 concentration. The method used in this research is the analysis of spatial horizontal and vertical using Grads to know region and altitude levels which have change the concentration of CH 4 . In additon, supported by statistical regression analysis and Friedman test and Tukey test to determine whether there is any relation between city category against concentration of CH 4 in the atmosphere. The results indicate a decrease in the height of atmospheric CH 4 concentrations with the pattern of logarithmic (exponential) is mostly derived from activities in the Earth's surface. Fluctuations in the concentration of CH 4 in the atmosphere caused among other is by El Nino Southern Oscilation (ENSO). This condition appears on the similarities of the ENSO index values and CH 4 concentrations. Based on research by using the Friedman test and Tukey's test result that classification of cities and towns has no effect on the concentration of CH 4 . Keywords: profile, CH 4 , AIRS, statistic, classification, city PENDAHULUAN Metana (CH 4 ) merupakan gas telusur yang menduduki peringkat ke-5 terbesar di atmosfer setelah argon (Ar), karbon dioksida (CO 2 ), neon (Ne), dan helium (He) (Pawitan, 1989). Evolusi metana dalam atmosfer berdasarkan pengukuran terus menerus sejak awal tahun 1980 tidak dapat sepenuhnya dipahami, dengan perbedaan yang besar antara estimasi bottom-up dan top-down terhadap sumber dan sink metana (Kirschke et al., 2013). Hal ini juga sejalan dengan pernyataan