Jurusan Teknik Industri Universitas Katolik Parahyangan Edisi Februari 2009 Model Dinamika Populasi Mahasiswa Di Jurusan Teknik Industri Unpar Ali Sadiyoko †dan F. Rian Pratikto Jurusan Teknik Industri Universitas Katolik Parahyangan Jl Ciumbuleuit No 94 Bandung 40141 Telp/Fax: (022)2032700, Email: {alfa51|frianp}@home.UNPAR.ac.id Ivan Alumni Jurusan Teknik Industri Universitas Katolik Parahyangan Jl Ciumbuleuit No 94 Bandung 40141 Abstrak. Penurunan jumlah peminat muncul sebagai akibat dari dinamika sebuah sistem. Banyak faktor yang menjadi pertimbangan seseorang dalam memilih suatu jurusan pada suatu universitas, misalnya faktor ketertarikan terhadap suatu ilmu, status akreditasi, biaya kuliah, nama besar universitas, program promosi yang ditawarkan dan lainnya. Faktor-faktor ini juga mempengaruhi minat seorang calon mahasiswa untuk mendaftar di Jurusan Teknik Industri Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR). Faktor-faktor tersebut berada dalam sebuah sistem yang saling berinteraksi dan berhubungan dengan elemen-elemen sistem yang lain. Dalam penelitian ini, akan dikembangkan suatu model simulasi dinamika populasi mahasiswa sebagai learning model dalam penyusunan strategi peningkatan jumlah peminat Jurusan Teknik Industri UNPAR. Pengembangan model dilakukan dengan pendekatan System Dynamics. Simulasi dilakukan dalam tiga skenario strategi yaitu skenario optimistik, normal dan pesimistik. Model simulasi ini diharapkan dapat mengestimasi jumlah mahasiswa baru dan populasi mahasiswa Jurusan Teknik Industri di masa-masa mendatang sehingga dapat menjadi bahan pengambilan keputusan yang relevan. Kata kunci: model, simulasi, learning model, strategi, system dynamics 1. PENDAHULUAN Perkembangan dunia pendidikan di Indonesia berkembang secara signifikan. Hal ini dapat dilihat dari tingkat pendidikan calon tenaga kerja yang melamar di berbagai perusahaan. Beberapa dasawarsa yang lalu, jumlah SDM yang menyandang gelar sarjana relatif sedikit jika dibandingkan dengan lulusan Sekolah Menengah. Namun saat ini, SDM di Indonesia dituntut untuk setidaknya menyandang gelar sarjana agar dapat bersaing di dunia kerja. Hal ini dibuktikan dari fakta di surat-surat kabar bahwa sebagian besar lowongan kerja perusahaan-perusahaan nasional dan multinasional yang eksis di Indonesia mensyaratkan para staf mereka minimum menyandang gelar sarjana (S1). Hal tersebut berkorelasi positif dengan perkembangan universitas-universitas negeri dan swasta di Indonesia. Perkembangan yang terjadi tidak hanya dalam hal kualitatif tetapi juga kuantitatif. Banyak sekali universitas-universitas baru yang bermunculan dan menawarkan mahasiswanya berbagai kemudahan untuk meraih gelar sarjana guna bekal di dunia kerja nantinya. Melihat kondisi tersebut, sangat tepat jika banyak orang berpendapat bahwa “Universitas adalah sebuah profit oriented industry”. Banyak universitas berlomba- lomba untuk bersaing mendapatkan mahasiswa dengan menawarkan biaya kuliah yang terjangkau dan memberikan janji mutu pendidikan yang baik. Paradigma universitas sebagai instansi pendidikan 1