Konsep Pendidikan Karakter dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Kurikulum 2013 pada Materi Bahasa Indonesia Tingkat SMP dan SMA | 149 Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 P – ISSN 2614-624X E – ISSN 2614-6231 DOI: http://dx.doi.org/10.22460/p.v1i2p%25p.189 KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) DAN KURIKULUM 2013 PADA MATERI BAHASA INDONESIA TINGKAT SMP DAN SMA Dede Heri Pramono 1 , Esa Khoiruni Abdiyah 2 , Widdy Rahma Umar 3 , Yeni Rostikawati 4 1-4 IKIP Siliwangi Bandung 1 dedeheripramono882@yahoo.co.id, 2 khoiruniabdiyah@gmail.com, 3 widirahmah25@gmail.com, 4 yenrostikawati@gmail.com Abstract This article tries to express the concept of character education in Education Unit Level Curriculum (KTSP) and Curriculum 2013 on Indonesian language level of junior high and high school. This research uses descriptive-analysis method. Pillar of character that is focused; (1) religious, (2) environmental care, (3) social care, (4) honest and (5) responsibility. The results showed that at the Education Unit Level Curriculum (KTSP) at the junior high level the character education aspect has an average percentage of 90.42%, while the SMA level is 88.38%. As for the curriculum in 2013, the aspect of character education of junior high school has an average percentage of 95.00% while at the level of SMA 83.22%. These results indicate that character education inculcation is more at the Junior high school. Keywords: character, KTSP, curriculum 2013 Abstrak Artikel ini berusaha mengungkapkan konsep pendidikan karakter dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Kurikulum 2013 pada materi bahasa Indonesia tingkatan SMP dan SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriftip-analisis. Pilar karakter yang difokuskan yaitu; (1) religius, (2) peduli lingkungan, (3) peduli sosial, (4) jujur dan (5) tanggung jawab. Hasil penelitian meunjukan bahwa pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada tingkatan SMP aspek pendidikan karakter memiliki presentase rata-rata 90,42%, sedangkan tingkatan SMA sebanyak 88,38%. Adapun pada kurikulum 2013, aspek pendidikan karakter tingkatan SMP memiliki presentase rata-rata sebesar 95,00% sedangkan pada tingkatan SMA sebesar 83,22%. Hasil ini menunjukan bahwa penanaman pendidikan karakter lebih banyak di tingkatan sekolah menengah pertama. Kata Kunci: karakter, KTSP, kurikulum 2013 PENDAHULUAN Pendidikan karakter memang sudah menjadi wacana utama pendidikan nasional (Kurniawan & Hindarsih 2013, hlm.23). Sebagaimana pendapat Mustika (2012, hlm.190) bahwa isu penting dalam sistem pendidikan kita saat ini adalah memantapkan kembali tujuan pendidikan nasional yang mengarah pada pembentukan karakter. Meskipun diskursus pendidikan karakter mengalami perdebatan panjang yang tidak jelas ujung pangkalnya (Suryadi, 2013, hlm.3), yang berarti karakter yang terbentuk pada diri seseorang apakah bawaan dari lahir (gen) atau dipengaruhi oleh lingkungan. Namun pendidikan sebagai upaya memanusiakan manusia tetap harus memberikan perhatian lebih terhadap pembentukan karakter generasi bangsa yang akhir-