152 Analisis Pengelolaan Agroforestry dan Kontribusinya terhadap Perekonomian Masyarakat Analysis of Agroforestry Management and it’s Contributions for the Comumunity Economics Syaiful Bahri Zega 1 , Agus Purwoko 2 , Tri Martial 2 1 Mahasiswa Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Jl. Tri Dharma Ujung No. 1 Kampus USU Medan 20155 (Penulis Korespondensi, E-mail: bahrisyaifulbahri92@yahoo.com) 2 Staf Pengajar Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Jl. Tri Dharma Ujung No. 1 Kampus USU Medan 20155 Abstract Agroforestry is a form of community forestry. Agroforestry management related to the optimization of land use for their daily livesof farmers and in order to conserve natural resources. This study aimed to determine the contribution of agroforestry for house hold incomes in Sitaratoit and Lobulayan Village, Tapanuli Selatan District. The results showed that total community income was Rp. 875.900.000,- per year with details incomes from agroforestry was Rp. 597.000.000,- and income from the outside the utilization of agroforestry products contributed Rp.300.900.000,-. Contribution of agroforestry products for people's income is 63% of total income. Income community outside ofagroforestry such as farmer, trader, public civil servant, pensioner and entrepreneur contribute 37% of total income. This means that agroforestry contributed greatly to the house hold income. Key words: Agroforestry, Community Income, Contribution of Agroforestry PENDAHULUAN Indonesia memiliki jenis/ragam buah-buahan yang sangat banyak, salah satunya adalah salak (Salacca zalacca). Salak adalah buah yang dihasilkan oleh tanaman yang hanya terdapat di Indonesia. Tanaman salak banyak memiliki varietas yang diantaranya memiliki sifatsifat yang unggul baik dari segi dari rasa maupun penampilan buahnya.Diantara saat-saat ini yang telah dikenal masyarakat secara luas adalah salak Padangsidimpuan terutama di Sumatera Utara. Salak Padangsidimpuan yang tidak kalah dengan salak lainnya yang merupakan ciri khas kota Padangsidimpuan. Sifat-sifat unggul buah salak ini dengan salak didaerah lain sangat jauh berbeda pada umumnya, salak Padangsidimpuan memiliki sifat diantaranya buahnya besar-besar, memiliki rasa yang manis, kulitnya mudah dikupas, dan tidak cepat busuk. Desa Sitaratoit dan Desa Lobulayan merupakan salah satu kawasan parsalakan yang tidak jauh beda dengan masyarakat parsalakan lainnya. Hampir 95% penduduknya bermata pencarian sebagai petani salak. Setiap rumah tangga mempunyai ladang salak yang ditanami sendiri maupun sebagai warisan dari keluarga. Pada ladang tersebut rata-rata ditanami salak, pohon durian (Durio zibethynus) dan pohon Gmelina (Gmelina arborea), yang biasa disebut masyarakat setemat sebagai jati putih. Tanaman semacam ini sudah merupakan budaya bagi masyarakat setempat.Dengan demikian secara tidak langsung masyarakat sudah menerapkan kegiatan sistem agroforestry walaupun dalam konteks sederhana. Sistem agroforestry di kawasan parsalakan Desa Sitaratoit dan Desa Lobulayan tidak hanya memberikan keuntungan ekonomis bagi masyarakat, tetapi juga memberi keuntungan dari sisi ekologis yaitu dengan tetap terjaganya kondisi lingkungan. Potensi tanaman agroforestry ini cukup besar kontribusinya terhadap pendapatan masyarakat, akan tetapi pengelolaan agroforestry masih kurang diperhatikan masyarakat setempat. Tataniaga buah salak melibatkan komponen pelaku pasar antara lain dari pedagang pengumpul di tingkat pedesaan. Mulai dari pedagang grosir diibukota kabupaten dan provinsi serta para pengusaha eceran hampir di setiap kota-kota besar di Indonesia yang merangkap sekaligus menjadi eksportir. Dengan demikian, besar kemungkinan sistem agroforestry di kembangkan dengan baik maka hasil produksi petani semakin bertambah dan nilai jualnya semakin tinggi, oleh karena itu perlu pengelolaan lahan atau kebun salak yang teratur agar dapat menghasilkan yang maksimal. BAHAN DAN METODE Penelitian ini dilaksanakan di daerah Parsalakan, Desa Sitaratoit dan Desa Lobulayan, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada awal Agustus sampai selesai. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kamera untuk dokumentasi, alat tulis, dan perangkat komputer untuk mengolah data.Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kuisioner sebagai bahan wawancara dan laporan hasil penelitian terdahulu. Metode Penelitian Metode pengambilan data Data yang dikumpul dalam penelitian ini adalah data primer dan data skunder. Data primer yang dibutuhkan berapa karakteristik responden (pendidikan, pekejaan, sosial ekonomi), jenis-jenis dan jumlah tanaman yang ditanam dalam praktik agroforestry serta komponen-komponen biaya dalam agroforestry. Sedangkan data sekunder yang dibutuhkan adalah data umum terdapat di instansi