Jurnal Siasat Bisnis Vol. 21 No. 1, 2017, 19-36
Journal homepage: http://www.jurnal.uii.ac.id/index.php/jsb
© 2017 The Authors. Jurnal Siasat Bisnis. Published by The Management Development Centre,
Department of Management, Faculty of Economics, Universitas Islam Indonesia
19
Pengaruh integrasi, berbagi informasi, dan penundaan pada kinerja rantai pasokan:
Studi pada usaha kecil menengah batik di Indonesia
Ihwan Addin Mufaqih
1
, Nurul Indarti
2*
, Wakhid S. Ciptono
3
, Any Kartikasari
4
1,2,3
Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada
4
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada
*
Corresponding Author E-mail: nurulindarti@ugm.ac.id
Abstract
This study focuses on the effect of five supply chain practices: supplier integration, internal integration,
customer integration, information sharing, and postponement on supply chain performance. We conducted a
survey by distributing questionnaires to 102 companies in the sector of batik in Surakarta, using purposive
sampling. The findings show that in general, supply chain practices have impact on supply chain performance.
More specifically, the internal integration and information sharing have significant positive effects on supply
chain performance. Meanwhile, the study also finds that the supplier integration and customer integration do
not significantly influence supply chain performance. Interestingly, the current study finds that postponement
has a negative effect on supply chain performance.
Keywords: supply chain practices, chain performance, small medium eterprise, batik industry
Abstrak
Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh praktik-praktik rantai pasokan yang terdiri dari integrasi pemasok,
integrasi internal, integrasi pelanggan, berbagi informasi, dan penundaan (postponement)) terhadap kinerja rantai
pasokan. Survei menggunakan kuesioner dilakukan pada 102 UKM Batik, di Surakarta dengan teknik purposive.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan praktik-praktik rantai pasokan berpengaruh terhadap
kinerja rantai pasokan. Integrasi internal dan berbagi informasi merupakan praktik-praktik yang berpengaruh positif
pada kinerja rantai pasokan. Sementara itu, integrasi pemasok dan integrasi pelanggan tidak berpengaruh pada
kinerja rantai pasokan. Menariknya, studi ini menemukan bahwa penundaan berpengaruh negatif terhadap kinerja
rantai pasokan.
Kata kunci: praktik-praktik rantai pasokan, kinerja rantai pasokan, usaha kecil menengah, industri batik
JEL: D24, L26, L67, M16 DOI: 10.20885/jsb.vol21.iss1.art2
Pendahuluan
Dalam literatur manajemen rantai pasokan, peran dan kinerja manajemen rantai pasokan pada
penciptaan keunggulan bersaing perusahaan tidak terbantahkan (seperti: Ellinger (2000), Sundram,
Ibrahim, dan Govindaraju (2011)). Secara lebih spesifik, peran kinerja rantai pasokan antara lain
adalah: 1) menghasilkan kinerja yang lebih baik daripada pesaing; 2) lebih responsif dalam
memenuhi kebutuhan dan permintaan konsumen secara umum ataupun secara khusus; 3) dapat
mencapai jumlah pengiriman tertentu pada tanggal tertentu barang tersebut dikirim; dan 4) dapat
berkolaborasi dengan baik dengan para pemasoknya (lihat reviu dari Gimenez dan Ventura (2003)).
Studi tentang kinerja rantai pasokan dalam satu dekade terakhir ini mengalami
perkembangan yang cukup pesat. Banyak penelitian yang telah dilakukan untuk mengidentifikasi
faktor-faktor yang berpengaruh pada kinerja rantai pasokan (seperti Beamon, 1999; Gunasekaran,
Patel, dan McGaughey, 2004; Sundram et al., 2011; Ibrahim dan Ogunyemi, 2012; Abdallah,
Obeidat, dan Aqqad, 2014; Seo, Dinwoodie, dan Kwak, 2014). Berdasarkan literatur, studi kinerja
rantai pasokan dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori (seperti Sezen (2008)). Kategori pertama
fokus pada pengukuran kinerja rantai pasokan, di antaranya dilakukan oleh Beamon (1999) dan