BIOLEARNING JOURNAL ISSN: 2406-8233; EISSN; 2406-8241 Volume 8 No. 1 Pebruari 2021 15 PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN SQ4R DIPERBANTU TALKING STICK TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII A MTs ANNUR KOTA SORONG Riswandi Rakka, Jaharudin, Ratna Prabawati Prodi Biologi Unimuda Sorong riswandi007rakka0072@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran SQ4R diperbantu dengan Talking Stick terhadap Hasil Belajar Siswa VIII-A MTs Annur Kota Sorong. Penelitian ini merupakan quasi experiment. Desain eksperimen menggunakan model One Group Pretest-Posttest. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Annur Kota Sorong dengan populasi seluruh siswa kelas VIII. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Anggota sample sebanyak 18 siswa, yaitu kelas experimen sebanyak 18 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengambil data adalah hasil pretest dan posttest Analisis data terdiri atas uji normalitas dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh penerapan model pembelajaran SQ4R diperbantu dengan Talking Stick dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penilaian pretest sebelum penerapan mode pembelajaran SQ4R dapat diketahui bahwa nilai tes dari 18 siswa yang mendapatkan nilai KKM yakni > 73 hanya 9 siswa atau sebesar 50 %, sedangkan ada 9 atau 50% siswa yang nilainya dibawah KKM dengan nilai rata-rata hasil penilaian posttest = 71,8, sedangkan berdasarkan hasil penilaian posttets diketahui bahwa siswa yang sudah memenuhi KKM yaitu > 73 terdapat 18 siswa (100%). Kata kunci : SQ4R, Talking Stick, Hasil Belajar ABSTRACT This study aims to determine: The Effect of Using Learning Models The SQ4R was assisted by a Talking Stick of VIII-A MTs Annur students, Sorong City. This research is a quasi experiment. The experimental design uses the One Group Pretest-Posttest model. This research was conducted in MTs Annur Sorong City with a population of all VIII grade students. The sampling technique uses purposive sampling. Sample members were 18 students, namely the experimental class of 18 students. The research instrument used to retrieve data was the results of the pretest and posttest. Data analysis consisted of a normality test and a t test. The results showed that the effect of applying the SQ4R learning model assisted with a Talking Stick can improve student learning outcomes in biology subjects in the structure and function of plant organs. Based on the results of the pretest assessment prior to the application of the SQ4R learning mode it can be seen that the test scores of 18 students who received the KKM score of ≥ 73 were only 9 students or 50%, while there were 9 or 50% of students whose grades were below the KKM with the average value of the assessment results posttest = 71.8, while based on the results of the posttets assessment it is known that students who have met the KKM ≥ 73 there are 18 students (100%). Keywords: SQ4R, Talking Stick, Learning Outcomes 1. Pendahuluan Menurut Permendikbud No. 103 Tahun 2014, pembelajaran adalah proses interaksi antarpeserta didik dan antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (Permendikbud No. 103 Tahun 2014 Pasal 1 bagian ke-1). Pembelajaran dilaksanakan berbasis aktivitas dengan karakteristik interaktif dan inspiratif menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, kontekstual dan kolaboratif, memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian peserta didik, juga sesuai dengan bakat, minat, kemampuan, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Pembelajaran menggunakan pendekatan, strategi, model, dan metode yang mengacu pada karakteristik karakteristik tersebut. Guru sebagai penyelenggara dan pengelola kegiatan pembelajaran, dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengatur kegiatan pembelajaran agar tercipta pembelajaran yang ideal. Pembelajaran ideal merupakan pembelajaran yang mampu membantu siswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Pembelajaran sains, khususnya biologi yang di dalamnya banyak termuat kegiatan eksplorasi dan konstruktivis, pada dasarnya mampu untuk meningkatkan kompetensi siswa. Salah satu kompetensi yang diharapkan dimiliki oleh siswa selama menjalankan pembelajaran biologi ialah hasil belajar kognitif. Untuk memperoleh hasil pembelajaran yang optimal, seorang guru dituntut memiliki sejumlah kemampuan dalam membuat persiapan pembelajaran (Rustaman, 2005). Berdasarkan pengalaman pada program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) pada mata pelajaran Biologi, khususnya materi struktur dan fungsi organ pada tumbuhan dan hasil wawancara secara tidak terstruktur memperlihatkan bahwa hasil belajar siswa rendah dengan rata-rata 68 masih dibawah KKM dengan nilai tertinggi 80 dan nilai terendah 50. Selain