Branding Akun Media Sosial Perpustakaan sebagai Strategi Promosi Perpustakaan di Era Digital Luthfi Nurhayati 1* 1 Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Indonesia *Korespondensi: luthfinurhayati@students.undip.ac.id Abstract Social media has been widely used by libraries to carry out library promotions. This is because the influence of digitalization and social media is becoming a global medium. However, the use of social media as a promotional medium is still not optimal. There is a library social media account that looks like a dead account. Inaccuracy in managing library social media accounts is one of the contributing factors. If left unchecked, these obstacles will hinder the achievement of library promotion objectives to the point where they become an important problem to be solved. Therefore, efforts are needed to revive the library's social media accounts by means of branding. Branding is the process of building a library's image. This study attempts to describe the concept of library social media branding as a library promotion strategy in the digital era. This type of research is called descriptive qualitative. Data was collected by using observation and literature study methods. Observations were made by observing the social media accounts of the Semarang district library. A literature study was carried out by searching for literature relevant to this research field. The results of this study reveal that branding can stimulate public interest and interest in the library being promoted. Branding is also able to influence the psychology of society. It can be concluded that branding is the right solution to support library promotion. Keywords: Branding; social media; library promotion Abstrak Media sosial telah banyak digunakan oleh perpustakaan untuk melakukan promosi perpustakaan. Hal ini dikarenakan pengaruh digitalisasi dan media sosial menjadi media yang mengglobal. Akan tetapi, peemanfaatan media sosial sebagai media promosi masih belum optimal. Terdapat akun media sosial perpustakaan yang terkesan seolah akun yang mati. Ketidaktepatan dalam mengelola akun media sosial perpustakaan menjadi salah satu faktor penyebabnya. Kendala tersebut jika dibiarkan akan menghambat ketercapaian tujuan promosi perpustakaan sehingga menjadi masalah yang penting untuk dipecahkan. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk menghidupkan kembali akun media sosial perpustakaan dengan cara melakukan branding. Branding merupakan proses untuk membangun citra perpustakaan. Penelitian ini berupaya mendeskripsikan konsep branding media sosial perpustakaan sebagai strategi promosi perpustakaan di era digital. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan studi pustaka. Observasi dilakukan dengan mengamati akun media sosial perpustakaan daerah kabupaten semarang. Studi pustaka dilakukan dengan penelusuran literatur yang relevan dengan bidang penelitian ini. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa branding dapat merangsang minat dan rasa tertarik masyarakat terhadap perpustakaan yang dipromosikan. Branding juga mampu mempengaruhi psikologi masyarakat. Dapat disimpulkan bahwa branding merupakan solusi yang tepat untuk mendukung promosi perpustakaan. Kata Kunci: Branding; media sosial; promosi perpustakaan PENDAHULUAN Promosi perpustakan terus digencarkan guna menarik minat kunjungan masyarakat. Strategi yang dilakukan adalah dengan melakukan promosi melalui media sosial. Media sosial telah lama digunakan untuk mempromosikan layanan dan sumber daya perpustakan kepada pelanggan (Mensah & Onyancha, 2021). Media sosial banyak digunakan dan melekat di kehidupan masyarakat (Suharso, 2019). Sehingga media sosial menjadi tempat yang tepat untuk melakukan promosi perpustakaan. Promosi melalui media sosial dinilai lebih efektif dan efisien karena dapat meminimalisir pengeluaran biaya, tenaga, waktu, serta mampu menjangkau pelanggan lebih luas. Terlebih lagi media sosial kini menjadi tempat berselancar masyarakat digital. Laporan digital yang dirilis oleh Hootsuite (We Are Social) mencatat bahwa terjadi peningkatan jumlah pengguna media sosial aktif