Jurnal ICTEE, Vol. 1, No. 1, 2020, 1-5 1 PENGEMBANGAN ALAT UKUR BATAS KAPASITAS TAS SEKOLAH ANAK BERBASIS MIKROKONTROLER Putri Oktari 1 , Novia Utami Putri, S.T., M.M. 2 , Sanriomi Sintaro, M.Kom. 3 , Fika Trisnawati 4 1 D3 Teknik Komputer,Universitas Teknokrat Indonesia 2,3 Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Teknokrat Indonesia 4 S1 Teknik Elektro, Universitas Teknokrat Indonesia Jl. ZA. Pagar Alam No.9-11, Labuhan ratu, Kec Kedaton, Bandar Lampung, Lampung 35132 Email: putrioktari6@gmail.com, novia.utamiputri@gmail.com, sanriomi@teknokrat.ac.id, fikat18@gmail.com, Abstrak Tas ransel sering digunakan anak sekolah sebagai sebuah wadah atau tempat untuk membawa bahan dan peralatan sekolah mereka, sehingga tas jenis ransel ini sangat diminati oleh anak sekolah. Banyaknya siswa yang mengenakan tas punggung ke sekolah dapat dibuktikan dari hasil survei yang telah dilakukan di SD N Bumisari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan. Dari jumlah subjek sebanyak 456 siswa sekolah dasar, yang membawa tas punggung sebanyak 404 siswa (88,6%), dan yang membawa tas selempang sebanyak 52 siswa (11,4%). Namun meraka jarang memperhatikan berat beban pada tas yang dipikulnya sehari-hari yang ternyata dapat menimbulkan cidera nyeri punggung. Alat yang dibuat berupa wearable device dimana alat berupa sebuah tas punggung yang dapat dibawa kemanapun tanpa harus membutuhkan arus AC sebagai tegangan inputan ke alat, dikarenakan daya menggunakan arus DC dengan tegangan sebesar 5V, alat yang dibuat menggunakan mikrokontroler yang didukung loadcell sensor 10 kg, modul HX711, keypad, ditambah juga dengan komponen indikator berupa buzzer. Jika berat beban tas melebihi batas aman, maka indikator buzzer akan berbunyi. Kata kunci : Arduino Uno, Tas Punggung, Modul HX711, Loadcell. I. Pendahuluan Tas sekolah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari siswa sekolah sehingga identik dengan mereka. Tas sekolah digunakan sebagai wadah buku dan alat sekolah lainnya untuk dibawa ke sekolah. Sementara, dari berbagai jenis yang ada, tas punggung merupakan tas yang banyak digunakan. Banyaknya siswa yang mengenakan tas punggung ke sekolah dapat dibuktikan dari hasil survei yang telah dilakukan di SD N Bumisari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan. Dari jumlah subjek sebanyak 456 siswa sekolah dasar, yang membawa tas punggung sebanyak 404 siswa (88,6%), dan yang membawa tas selempang sebanyak 52 siswa (11,4%). Saat usia dini masa sekolah dasar, tulang masih dalam proses pertumbuhan dan akan mengalami gangguan apabila mengangkat beban lebih berat dari berat badannya. Sehingga mengakibatkan berbagai gangguan pada tulang. Seperti bungkuk atau tulang tidak dapat tumbuh dengan normal[8]. Kecenderungan saat ini sekolah sering memberi pekerjaan rumah, tugas–tugas, dan kegiatan ekstra kurikuler yang berdampak pada banyaknya material yang harus dibawa siswa ke sekolah. Oleh karena itu seorang anak seharusnya mulai memperhatikan berat beban yang dipikulnya sehari-hari [7]. Kerja berlebih pada otot anak usia sekolah dapat menimbulkan cidera nyeri punggung. Punggung merupakan bagian belakang tubuh yang terletak antara pinggang dan kepala. Cidera nyeri puggung atau keluhan mukuloskeletal dapat terjadi dikarenakan beberapa faktor, seperti membawa beban yang terlalu berat, cara membawa tas yang salah serta durasi dalam membawa tas [6]. American Occupational Therapy Associaton (AOTA) dan American Physical Therapy Association (APTA) menyimpulkan bahwa berat tas punggung sekolah seharusnya tidak lebih dari 10% berat badan anak, didasarkan pada fakta bahwa hal itu dapat mempengaruhi postur tulang belakang, bentuk kaki dan gaya berjalan mereka [10]. Sehubungan dengan hal diatas, penulis mencoba untuk mengaplikasikan mikrokontroler pada tas sekolah yang dituangkan pada pengembangan alat ukur batas kapasitas tas sekolah anak berbasis mikrokontroler”. Cara kerja alat ini adalah mendeteksi berat isi tas ransel anak sekolah, jika berat beban terukur melebihi 10% dari berat badan anak maka akan ada alarm peringatan. Diharapkan tas ransel yang dibuat menjadi media pengingat dan pembuatan alat yang tepat guna dalam membawa beban yang di bawa anak-anak, mampu