PROS SEM NAS MASY BIODIV INDON Volume 3, Nomor 2, Mei 2017 ISSN: 2407-8050 Halaman: 205-210 DOI: 10.13057/psnmbi/m030207 Uji potensi sediaan salep ekstrak etanol kulit buah jengkol untuk mempercepat penutupan luka pada kulit mencit model diabet Potency test of ointment from ethanol extract of djengkols fruit peel to accelerate wound closure in diabet mice models DESAK MADE MALINI ♥ , MADIHAH, FITRI KAMILAWATI Program Studi Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Padjadjaran. Jl. Raya Bandung-Sumedang KM. 21 Jatinangor Sumedang 45363, Jawa Barat. Tel./fax.: +62-22-7796412, ♥ email: desak.made@unpad.ac.id Manuskrip diterima: 26 Agustus 2016. Revisi disetujui: 24 Maret 2017. Abstrak. Malini DM, Madihah, Kamilawati F. 2017. Uji potensi sediaan salep ekstrak etanol kulit buah jengkol untuk mempercepat penutupan luka pada kulit mencit model diabet. Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon 3: 205-210. Luka akibat komplikasi diabetes menyebabkan kerusakan jaringan yang dalam dan sulit disembuhkan. Salah satu obat tradisional yang digunakan masyarakat lokal untuk mengobati luka diabet adalah kulit buah jengkol (Archidendron pauciflorum (Benth.) I.C. Nielsen). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi optimum dari sediaan salep ekstrak etanol kulit buah jengkol yang mempercepat penutupan luka pada kulit mencit (Mus musculus Linnaeus, 1758) yang diinduksi streptozotocin. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan enam perlakuan dan empat ulangan. Induksi diabetes dilakukan dengan menginjeksikan streptozotocin dosis 180 mg/kg bb secara intraperitoneal. Sebanyak 20 ekor tikus model diabet kemudian dilukai sepanjang ±1,5 cm pada bagian dorsolateral dengan menggunakan gunting steril, lalu dibagi menjadi lima perlakuan yaitu hanya diolesi basis salep (KP), salep Betadine® (PB), sediaan salep ekstrak kulit buah jengkol konsentrasi 5% (P1), 10% (P2) atau 15% (P3). Perlakuan KN dilakukan pada empat ekor mencit non diabet yang hanya diberi basis salep. Pengolesan salep dilakukan dua kali sehari selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan sediaan salep ekstrak etanol kulit buah jengkol mempercepat penutupan luka pada kulit tikus model diabet. Pada tikus perlakuan konsentrasi 10% (P2) secara morfologis memiliki luka paling pendek pada hari pengamatan ke-3, 7 dan 14 yang berbeda nyata dengan KP dan PB (p<0,05), namun sebanding dengan pelakuan KN. Berdasarkan hasil pada penelitian ini, maka pemberian sediaan salep ekstrak etanol kulit buah jengkol konsentrasi 10% merupakan konsentrasi optimum untuk mempercepat penutupan luka pada kulit mencit model diabet. Kata kunci : kulit buah jengkol, luka, diabetes, mencit Abstract. Malini DM, Madihah, Kamilawati F. 2017. Potency test of ointment from ethanol extract of djengkols fruit peel to accelerate wound closure in diabet mice models. Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon 3: 205-210. Wounds caused by complications of diabetes cause tissue damage and difficult to cure. One of the traditional drugs used by local communities to treat diabetic wounds is fruit peel of djengkol (Archidendron pauciflorum (Benth.) I.C. Nielsen). This study aims to obtain optimum concentrations of ointment from ethanol extract of djengkols fruit peel which accelerates wound closure at the skin of mice (Mus musculus Linnaeus, 1758) induced by streptozotocin. This study uses a completely randomized design with six treatments and four replications. Diabetic mouse models were inducing by intraperitoneal injection of streptozotocin dose of 180 mg/kg body weight. A total of 20 models of diabetic mice were injured ± 1.5 cm using sterile scissors in the dorsolateral region, then divided into five treatment namely only ointment base (KP), ointments Betadine® (PB),ointment from ethanol extract of djengkols fruit peel at concentration of 5 % (P1), 10% (P2) or 15% (P3). KN treatment performed on four non-diabetic rats were only given ointment base. The ointment applied twice a day for 14 days. The results showed that the treatment of the ointment from ethanol extract of djengkols fruit peel accelerates skin wound closure in diabetic mice models. In mice treated with the ointment at a concentration of 10% (P2) showed the shortest cuts on the morphological observation at day 3, 7 and 14 that were significantly different with KP and PB (p<0.05), but comparable to the KN treatment. Based on the results of this study, the applying of ointment from ethanol extract of djengkols fruit peel at a concentration of 10% was optimum to accelerate skin wound closure in diabetic mouse models. Keywords: djengkols fruit peel, wound, diabetes, mice PENDAHULUAN Luka diabetes merupakan salah satu bentuk komplikasi penyakit diabetes yang mengakibatkan luka mengalami kerusakan jaringan yang lebih dalam serta mengalami proses penyembuhan yang lebih lambat karena adanya kondisi hiperglikemia. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan risiko infeksi pada luka karena adanya penurunan aliran darah, respons imun, dan nutrisi pada daerah luka (Brem dan Tomic-Canic 2007). Luka diabetes diperkirakan terjadi pada 15% dari penderita diabetes dan sering menimbulkan rasa sakit serta dapat menurunkan