Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI), Agustus 2015 Vol. 20 (2): 164170 ISSN 0853-4217 http://journal.ipb.ac.id/index.php/JIPI EISSN 2443-3462 DOI: 10.18343/jipi.20.2.164 Analisis Strategi Peningkatan Daya Saing Komoditas Kentang di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Strategy Analysis for Increasing Competitiveness of Potato Commodity in Karo Regency, North Sumatera) Hanna Silvia * , Muhammad Syamsun, Lindawati Kartika (Diterima April 2015/Disetujui Juli 2015) ABSTRAK Asean Economic Community (AEC) telah memberikan suatu tantangan baru bagi Indonesia dalam mempertahankan produknya, termasuk komoditas hortikultura, seperti kentang. Salah satu sentra produksi kentang adalah Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi struktur rantai pasok dan faktor internal-eksternal untuk merumuskan strategi peningkatan daya saing kentang di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis Deskriptif, SWOT, dan Pairwised Comparison. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat strategi prioritas yang dapat diterapkan pada Kabupaten Karo untuk meningkatkan daya saingnya, yaitu: 1) Meningkatkan pelatihan petani untuk meningkatkan kemampuan, kemandirian, dan kesejahteraan kelembagaan petani melalui pengadaan Desa Percontohan; 2) Meningkatkan penanggulangan penyakit tanaman melalui pengoptimalan klinik pertanian; 3) Meningkatkan kemampuan kelembagaan kelompok tani dalam menjalin kerja sama dengan mitra usaha melalui promosi hasil- hasil pertanian; dan 4) Meningkatkan upaya pengembangan bibit unggul komoditas kentang. Kata kunci: daya saing, Kabupaten Karo, kentang ABSTRACT Asean Economic Community (AEC) has given a new challenges to Indonesia to maintain its products, include horticulture commodities, such as potato. One of potatoes production centers in Indonesia is Karo Regency, North Sumatera. The purpose of this study are to identify supply chain’s structures and internal-external factors to formulate strategies for increasing potato competitiveness in Karo Regency. Data analyzed by Descriptive analysis, TOWS, and Pairwise Comparison. The results of this study is there are four priority strategies for Karo Regency in increasing it competitiveness, such as: 1) Training farmers to improve farmer’s ability, independence, and institutional welfare through the establishment of Desa Percontohan; 2) Increasing the plant diseases treatment through the optimalization of agriculture clinic; 3) Improve farmer’s ability to work in collaboration with bussines partner through promotion of agricultural products; and 4) Increasing the development of potatoes’s superior seeds. Keywords: competitiveness, Karo Regency, potato PENDAHULUAN Indonesia merupakan salah satu negara dengan sektor pertanian terbesar di dunia. Letak geografis Indonesia yang strategis turut mendukung ber- tumbuhnya sektor pertanian di Indonesia. Tantangan- nya adalah pada tahun 2015 mendatang Indonesia akan turut serta dalam program Asean Economic Community (AEC). Kecenderungan masyarakat Indonesia yang lebih memilih produk-produk luar negeri menjadi suatu hal yang harus diperhatikan pemerintah Indonesia dalam mempertahankan produk-produk dalam negeri, termasuk produk-produk pertanian seperti komoditas hortikultura, yaitu komoditas kentang. Rubatzky dan Yamaguchi (1998) menyatakan bahwa kentang adalah tanaman yang bermanfaat karena ditanam di berbagai wilayah dan menghasilkan pangan per unit lahan dengan kuantitas dan kualitas yang tinggi dalam waktu yang relatif pendek. Selain itu, komoditas kentang juga memiliki prospek yang cukup cerah, mengingat produksi kentang memiliki peranan yang sangat penting yakni dapat menambah gizi bagi masyarakat, memenuhi permintaan untuk kebutuhan konsumsi hotel-hotel dan restoran, dan dapat meningkatkan pendapatan petani serta memberi keuntungan dari segi penyediaan input/penjualan (Novary 1997). Kabupaten Karo merupakan salah satu daerah di Sumatera Utara yang banyak membudidayakan kentang. Kabupaten ini terletak pada ketinggian 2801.420 mdpl. Suhu udara rata-rata di Kabupaten Karo berkisar antara 16,423,9 C, dengan ke- lembapan udara pada tahun 2010 rata-rata setinggi 84,66, tersebar antara 61,887,8. Kondisi geografis Kabupaten Karo ini sangat baik bagi Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680. * Penulis Korespondensi: E-mail: hannasilviagultom@gmail.com