ILKOM Jurnal Ilmiah E-ISSN 2548-7779 Vol. 12 No. 2, Agustus 2020, pp.162-167 https://doi.org/10.33096/ilkom.v12i2.602.162-167 162 Prototipe Alat Pengusir Burung pada Gedung Berbasis Internet of Things menggunakan Sensor RCWL Ali Khumaidi Program Studi Teknik Informatika Universitas Krisnadwipayana, Jl. Jatiwaringin, Pondok Gede, 17411, Jakarta alikhumaidi@unkris.ac.id I. Pendahuluan Burung merupakan jenis satwa yang ada disekitar lingkungan yang dapat memberikan manfaat bagi manusia, diantaranya sebagai hewan peliharaan, estetika, bahan makanan, dan predator serangga pengganggu [1]. Disatu sisi burung juga memberikan dampak negatif yaitu hama pada tanaman pertanian [2], kotoran burung menimbulkan bau, namun masalah utamanya yaitu kotorannya sulit dibersihkan walaupun sudah disiram air [3]. Jenis burung yang sering hinggap dan berkeliaran di area gedung yaitu sriti, walet dan merpati. Namun pada yang paling mengganngu yaitu musim migrasi burung layang-layang Asia yang berkoloni sehingga menimbulkan kotoran yang banyak [4]. Perawatan gedung bagian luar terutama gedung bertingkat memerlukan biaya cukup tinggi sebanding dengan tingkat kesulitan dan kekotorannya. Penelitian pengembangan alat pembersih gedung untuk panel surya dengan wiper cukup efisien dalam membersihkan debu dan kotoran burung [5]. Namun alat tersebut tidak dapat dijadikan solusi untuk area gedung yang luas. Salah satu solusi yang diusulkan yaitu tindakan pencegahan dengan mengusir burung diarea gedung. Tren pemanfaatan atap gedung sebagai rooftop, seperti: taman, area santai, ruang produktif dan pembangkit listrik [6, 7, 8] juga perlu antisipasi terkait dampak kotoran burung. Penelitian terkait pengusiran burung telah banyak dilakukan untuk jenis hama sawah. Namun belum ada yang membahas pengusiran burung pada gedung. Pemanfaatan Sensor Passive InfraRed (PIR) untuk deteksi burung pipit [2, 9, 10, 11], deteksi hama burung menggunakan sensor ultrasonik [12, 13]. Sebagai besar INFORMASI ARTIKEL ABSTRAK Dikirim : 03 Juli 2020 Diulas : 16 Juli 2020 Direvisi : 16 Juli 2020 Diterbitkan : 27 Agustus 2020 Kata Kunci: Gedung Kotoran Burung Sensor RCWL Speaker Bunyi Predator Speaker Ultrasonik Gangguan suara dan kotoran burung pada gedung menjadi permasalahan bagi pengelola bangunan. Kotoran burung cukup sulit dihilangkan dan mengakibatkan rusaknya dinding dan estetika, terlebih lagi tren pemanfaatan atap gedung sebagai rooftop untuk kegiatan produktif. Penelitian ini mengusulkan penggunaan sensor gerak RCWL untuk deteksi gerakan dan output yang dihasilkan yaitu bunyi suara burung elang dari speaker dan speaker ultrasonik. Alat dikembangkan berbasis internet of things menggunakan mikrokontroller arduino nano ATMega 328, koneksi dan pengiriman data menggunakan modul SIM800L dan GSM serta catu daya menggunakan power bank panel surya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor gerak RCWL cukup optimal pada deteksi kumpulan burung lebih dari atau sama dengan 3 ekor. Output suara dan gelombang yang dihasilkan mampu mencegah burung untuk hinggap dan bersarang. Keywords: Building Bird droppings RCWL sensor Predator Sound Speaker Ultrasonic Speaker ABSTRACT Sound disturbance and bird droppings in buildings are a problem for building managers. Bird droppings are quite difficult to remove and cause damage to the walls and aesthetics, especially the trend in the use of building roofs as a rooftop for productive activities. This study proposes the use of RCWL motion sensors for motion detection and the resulting output is the sound of eagles from speakers and ultrasonic speakers. The tool was developed based on internet of things using an Arduino nano AT Mega 328 microcontroller, connection and data transmission using SIM800L and GSM modules and power supply using a solar panel power bank. The test results show that the RCWL motion sensor is quite optimal in the detection of more than or equal to 3 birds. Sound output and the resulting waves are able to prevent birds from alighting and nesting. This is an open access article under the CCBY-SA license.