146 BioEksakta: Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Volume 2, Nomor 1 (2020): 146 - 151 E-ISSN: 2714-8564 Hubungan Umur dengan Stok Karbon Pohon Duku (Lansium parasiticum) Di Desa Kalikajar Kecamatan Kaligondang Kabupaten Purbalingga Septi Nuranisa*, Eming Sudiana, Edy Yani Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman Jalan dr Suparno 63 Purwokerto 53122 *email : septinuranisa17@gmail.com Rekam Jejak artikel: Diterima : 30/08/2019 Disetujui : 03/03/2020 Abstract Plants have an important role to store carbon stock in order to minimalized global warming effects. Duku plant is one of plants which has high potential to store carbon. This research aimed to know the effect of stand age on the amount of carbon stock stored in duku stands ( Lansium parasiticum) and to know the age of duku plants (Lansium parasiticum) in Kalikajar Village, Kaligondang District, Purbalingga Regency which has the most potential carbon dioxide stock. This research used survey method by determining tree biomass using stratified random sampling. The strata used is duku plants with ages: ≤ 5 years olds, > 5-10 years olds, > 10-15 years olds, > 15-20 years olds, > 20-25 years olds, > 25-30 years olds, and > 30 years olds. The parameters measured in this research are tree’s density, tree’s diameter, the biomass of tree, and the carbon stock. The data analysis was done by using ANOVA and regression analysis. The lowest carbon stock of the duku plant is found in the age group <5 years, which is 9.54 tons/ha, while the largest carbon dioxide stock of the duku tree is in the age group > 30 years (40 years) which is 74.89 tons/ha. The carbon stock of duku plants in Kalikajar village, Kaligondang, Purbalingga Regency are affected by the plant’s age group. The biggest potential of carbon stock are found in >25-30 years old of duku plants. Key Words: Bantarbolang Nature Reserve, epiphytic orchid, host tree. Abstrak Peran vegetasi sebagai penyerap karbondioksida menjadi bagian penting dalam mengatasi pemanasan global. Salah satu jenis tanaman yang potensial dikembangkan sebagai penyerap karbondioksida adalah tanaman duku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur tegakan terhadap jumlah stok karbon yang tersimpan pada tegakan duku (Lansium parasiticum) dan mengetahui umur tanaman duku di Desa Kalikajar, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga. Metode yang digunakan yaitu metode survei dan penentuan biomassa pohon dilakukan dengan metode stratified random sampling. Strata yang digunakan adalah umur tanaman duku umur ≤ 5 tahun, > 5-10 tahun, > 10-15 tahun, > 15-20 tahun, > 20-25 tahun, > 25- 30 tahun, dan umur > 30 tahun. Tahapan penelitian meliputi : pengukuran kerapatan pohon, diameter pohon, biomassa pohon, dan stok karbon. Analisis data dilakukan menggunakan ANOVA dan analisis regresi. Stok karbon pada terendah tanaman duku terdapat pada kelompok umur <5 tahun, yaitu 9,54 ton/ha sedangkan stok karbon terbesar pohon duku terdapat pada kelompok umur >30 tahun (40 tahun) yaitu 74,89 ton/ha. Umur pohon duku berpengaruh terhadap jumlah stok karbon yang tersimpan pada pohon duku di Desa Kalikajar, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga. Pohon duku di lokasi penelitian yang memiliki potensi stok karbon paling besar adalah pada strata umur >25 - >30. Kata kunci : Biomassa, stok karbon,umur, tegakan, Lansium parasiticum, Desa Kalikajar PENDAHULUAN Pemanasan global yang terjadi di bumi mengakibatkan terjadinya perubahan iklim. Menurut Hardjana (2010), pemanasan global disebabkan karena terganggunya keseimbangan energi antara bumi dan atmosfer. Keseimbangan tersebut dipengaruhi salah satunya oleh peningkatan gas rumah kaca (GRK). Konsentrasi GRK di atmosfer meningkat sebagai akibat pembakaran batu bara dan minyak bumi, dan diikuti dengan deforestasi serta pengelolaan lahan yang kurang tepat sehingga sumberdaya alam yang semula berfungsi sebagai rosot (sink) karbon berubah menjadi sumber (source) emisi karbon. Karbondioksida (CO2) merupakan salah satu gas rumah kaca yang berpengaruh terhadap pemanasan global sehingga diperlukan upaya untuk menurunkan gas CO2 di atmosfer. Butarbutar (2009) menjelaskan bahwa pengurangan konsentrasi CO2 di atmosfer dapat dilakukan melalui penyerapan oleh vegetasi hutan. CO2 diserap tumbuhan dan selanjutnya digunakan dalam proses fotosintesis. Hasil fotosintesis disimpan di dalam biomassa tumbuhan dalam bentuk stok karbon.