Jurnal Kesehatan Vol.14 No.1 Juni, 2021 E-ISSN (2622-7363); P-ISSN (2086-2555) pg. 62 PENGARUH FREKUENSI MEDIA DAN KETERPAPARAN INFORMASI TENTANG KB TERHADAP PERSEPSI JUMLAH ANAK IDEAL: ANALISIS DATA SDKI 2017 Muhammad Ancha Sitorus 1 ,Putra Apriadi Siregar 2 Email : putraapriadisiregar@uinsu.ac.id 1 BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Indonesia 2 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia ABSTRACT ARTICLE INFO The National Population and Family Planning Board of North Sumatra Province continue to socialize the ideal number of children in a family of 2, but the TFR is still high at 2.9. Information about the Family Planning (KB) program expected to change people's thinking patterns about the number of children. Ideal. The research objective was the influence of media frequency and exposure to information about kb on the perception of the ideal number of children. This study is a further analysis of the 2017 IDHS using a cross-sectional. The population in this study were all women of childbearing age 15-49 years. The sample in this study was 2300 WUS — bivariate analysis using cross-tabulation and chi-square test. The results of this study indicate that the respondents who stated the ideal child were 1-2 people as many as 48% while 52% stated that the ideal child was ≥ three people. There is a relationship between the frequency of reading newspapers (p = 0.01), listening to the radio (p = 0.028), watching TV (P <0.001), using the internet (P <0.001), reading exposure to family planning programs in newspapers (0.001), the radio (0.005), exposure to seeing family planning programs on TV (0.001) with the ideal number of children. The National Population and Family Planning Board of North Sumatra Province must be able to choose effective information media to increase public perceptions about the ideal number of children, such as urban communities better use radio and internet media and rural communities use newspaper information media. Keywords: Media Frequency; Information Exposure; KB; Ideal Number of Children ABSTRAK DOI: 10.24252/kesehatan.v14i1.16929 Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sumatera Utara terus melakukan sosialisasi jumlah anak ideal didalam sebuah keluarga sebanyak 2 orang namun angka TFR masih tinggi sebesar 2,9.. Pemberian informasi tentang program Keluarga Berencana (KB) diharapkan dapat merubah pola berfikir masyarakat tentang jumlah anak ideal. Tujuan penelitian yaitu Pengaruh Frekuensi Media Dan Keterpaparan Informasi Tentang Kb Terhadap Persepsi Jumlah Anak Ideal. Penelitian ini merupakan analisis lanjut SDKI 2017 dengan menggunakan desain crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita usia subur ( WUS) usia 10-49 tahun. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 2300 WUS. Analisis bivariat menggunakan tabulasi silang dan uji chisquare. Hasil penelitian ini menunjukkan responden yang menyatakan anak ideal yaitu 1-2 orang sebanyak 48% sedangkan menyatakan anak ideal ≥ 3 orang sebanyk 52%. Terdapat hubungan antara frekuensi membaca koran (p=0,01), mendengar radio (p=0,028), menonton TV (P<0,001), penggunaan internet (P<0,001), keterpaparan membaca program KB di Koran (0,001), keterpaparan mendengar program KB di radio (0,005), keterpaparan melihat program KB di TV (0,001) dengan jumlah anak ideal. Kepada Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sumatera Utara harus dapat memilih media informasi yang efektif untuk meningkatkan persepsi masyarakat tentang jumlah anak ideal seperti masyarakat di perkotaan lebih baik menggunakan media radio dan internet sedangkan masyarakat pedesaan menggunakan media informasi koran. Kata kunci : Frekuensi Media; Keterpaparan Informasi; KB; Jumlah Anak Ideal Pendahuluan Program Keluarga Berencana di Indonesia dimulai secara intensif sejak tahun 1970 sejalan dengan berdirinya lembaga BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional). Dibawah pemerintahan Orde Baru, program KB menjadi prioritas dan unggulan yang dilaksanakan dengan gegap gempita. Sebagai hasilnya, angka TFR yang sebelumnya mencapai 5,6 tahun 1970 menurun menjadi 2,8. Lalu laju pertumbuhan penduduk juga menurun dari 2,32 persen menjadi 1,3 persen. Akibatnya menurut perkiraan para ahli program KB masa orde baru bisa menghidari pertambahan sekitar 80 juta penduduk, karena seharusnya pada tahun 2000 Indonesia diproyeksikan akan memiliki 285 juta, tetapi bisa ditekan menjadi 205 juta jiwa (1).