Jurnal Dharma Raflesia Tahun XVI Nomor 1, Juni 2017 9 UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG SISWA SEKOLAH DASAR KELAS IV DENGAN METODE JARIMATIKA AN EFFORT TO INCREASE NUMERACY SKILL OF STUDENT WITH JARIMATIKA METHOD AT ELEMENTARY SCHOOL OF CLASS FOUR Oleh: Ulfasari Rafflesia, Idhia Sriliana, Pepi Novianti Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Bengkulu ulfasari@unib.ac.id ABSTRACT Community service activity aims to introduce and teach counting method of finger (jarimatika) as an alternative method of counting to complete the multiplication operation on the fourth grade students at SD Negeri 79 Kota Bengkulu. Counting method can be used to improve student learning outcomes in completing multiplication operations. This method can provide visualization of counting process, cheer up the child, not burdening the memory of the brain, and the tool is always taken. In addition, this method will make learning activities more fun so that the students become eager in learning. Based on the results of the dedication activities undertaken, it can be concluded that this activity is able to provide knowledge and skills to students of Class IV SDN 79 Kota Bengkulu about jarimatika method. Almost all students are very enthusiastic and interested in following this guidance activity although this jarimatika method is relatively new to them. In addition, this activity can improve students learning motivation and improve students’ numeracy skills especially in multiplication operations. Keywords: Counting, Jarimatika, Mathematics PENDAHULUAN Matematika merupakan subjek yang sangat penting di dalam sistem pendidikan di seluruh negara di dunia. Berbicara tentang matematika tidak akan lepas dari berhitung yang biasa disebut dengan nama aritmetika. Berhitung banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya menghitung banyaknya siswa, menghitung jumlah mata pelajaran, dll, sehingga bisa dikatakan bahwa berhitung merupakan hal penting dalam kehidupan praktis sehari-hari. Mengingat pentingnya berhitung, maka pelajaran berhitung diajarkan secara formal di Sekolah Dasar (SD). Bagi seorang siswa, belajar berhitung memang tidak mudah, karena banyak siswa yang takut dan malas jika harus belajar berhitung. Selama ini, sistem pembelajaran berhitung cenderung mengikuti metode hafalan. Pembelajaran seperti ini tidak tepat karena daya ingat anak-anak terbatas dan akan membebani memori otak. Akibatnya, siswa malas belajar, motivasi belajar menurun dan kemampuan berhitung menjadi rendah. Sebagai