e-ISSN:2528-116X p-ISSN:2527-5216 161 Jurnal Pengabdian Masyarakat Ipteks Vol. 6 No.2 Desember 2020 Hal: 161 - 170 Jembatan Pracetak Beton Bertulang Bambu Untuk Meningkatkan Roda Perekonomian Masyarakat Desa Sukogidri Ledokombo Jember Muhtar, Amri Gunasti, Adhitya Surya Manggala, Ardhi Fathonisyam P.N. Universitas Muhammadiyah Jember Email: muhtar@unmuhjember.ac.id Diterima: Agustus 2020; Dipublikasikan Desember 2020 ABSTRAK Salah satu faktor tidak berjalannya perekonomian masyarakat desa tertinggal adalah keterbatasan infrastruktur jalan dan jembatan. Bambu merupakan energi baru terbarukan yang dapat digunakan sebagai tulangan beton. Bambu mempunyai kuat tarik tinggi dan mempunyai sifat elastis yang baik untuk menyerap energi gempa. Pengabdian ini berkenaan dengan aplikasi hasil penelitian tentang jembatan pracetak rangka beton bertulangan bambu. Permasalahan yang dihadapi Mitra adalah terdapat 3 titik wilayah dusun yang terisolasi karena jalan tidak dapat dilewati kendaraan pickup, sering terjadi banjir, dan jembatan tidak layak, sehingga menyebabkan tersendatnya roda perekonomian masyarakat. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersendatnya roda perekonomian masyarakat adalah penyelesaian keterbatasan infrastruktur jembatan yaitu pembuatan jembatan pracetak rangka beton bertulang bambu sebagai aplikasi hasil penelitian. Bentang jembatan maksimum 3 meter, dengan kapasitas beban ijin 3,67 ton kamudian pada pelaksanaannya dilakukan redesain sehingga kapasitas beban ijin meningkat menjadi 8 ton. Pelaksanaan kegiatan pembangunan jembatan dengan kriteria perubahan dari kondisi existing berupa pelebaran bentang dan lebar jembatan, peninggian jembatan, dan plengsengan. Secara umum kegiatan ini dapat memberikan 3 dampak, yaitu dampak ekonomi secara langsung, dampak ekonomi secara tidak langsung, serta dampak sosial. Kata Kunci: jembatan pracetak, beton, tulangan bambu, perekonomian masyarakat ABSTRACT One of the factors that the economy of underdeveloped rural communities is not working is the limited road and bridge infrastructure. Bamboo is a new and renewable energy that can be used as concrete reinforcement. Bamboo has high tensile strength and has good elastic properties to absorb earthquake energy. This dedication is related to the application of research results on precast concrete frame bridges with bamboo reinforcement. The problem faced by patner is that there are 3 isolated hamlet areas because the road cannot be passed by pickup vehicles, frequent flooding, and the bridge is not feasible, causing choke in the economy of the community. The solution to solve the problem of stagnant wheels of the community's economy is to solve the limitations of bridge infrastructure, namely the construction of precast bamboo reinforced concrete frame bridges as the application of research results. The maximum length of the bridge is 3 meters, with a permit load capacity of 3.67 tons. Then in its implementation, redesign was carried out so that the allowable load capacity increased to 7 tons. Implementation of bridge construction activities with criteria for changes from existing conditions in the form of widening the span and width of the bridge, raising the bridge, and retaining ground.. In general, this activity can have 3 impacts, namely direct economic impacts, indirect economic impacts, and social impacts. Keywords: Precast Bridges, Concrete, Bamboo Reinforcement, Community Economy PENDAHULUAN Dalam rangka mengatasi kesenjangan sosial, Pemerintah menerapkan paradigma membangun dari Pinggiran. Pembangunan dimulai dari daerah tertinggal dan kawasan perdesaan. Pemerintah yakin pembangunan berbasis perdesaan sangat penting untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan antar wilayah. Desa Sukogidri termasuk dalam wilayah tertinggal yang secara geografis memiliki luas wilayah 369,337 Ha, dengan luas lahan pertanian 210 Ha, tegal 76 Ha, pekarangan 46 Ha, pekuburan 2 Ha, dan rawa 0,8 Ha. Berdasarkan data BPS curah hujan di Desa Sukogidri rata- rata mencapai 15,89 mm/th. Secara klimatologi Desa Sukogidri memiliki dua musim, yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Topografi ketinggian desa ini adalah berupa dataran tinggi dan berbukit yang banyak tumbuh tanaman bambu. Banyaknya tanaman bambu merupakan potensi besar untuk dimanfaatkan secara strategis, terarah, dan bernilai jual tinggi, sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat, salah satunya dimanfaatkan sebagai tulangan beton.