BioEdu Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi Vol.2 No.3 Agustus 2013 ISSN: 2302-9528 http://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bioedu Desiana Trisna Ningrom, dkk: Pengembangan Lembar Kerja Siswa Berorientasi Guided Discovery 203 PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BERORIENTASI GUIDED DISCOVERY PADA POKOK BAHASAN MUTASI THE DEVELOPMENT OF STUDENT WORKSHEETS BASED ON GUIDED DISCOVERY ON THE MUTATION SUB TOPIC Desiana Trisna Ningrom, Sifak Indana, Lisa Lisdiana Jurusan Biologi FMIPA UNESA Jalan Ketintang Gedung C3 Lt. 2 Surabaya 60231, Indonesia e-mail: desianatrisna@ymail.com Abstrak- Materi mutasi memiliki pokok bahasan yang abstrak. Objek pembelajaran pada materi ini tidak dapat diamati dengan mikroskop cahaya biasa, oleh karena itu diperlukan perangkat pembelajaran yang dapat memberikan ilustrasi terkait materi tersebut, sehingga memudahkan pemahaman peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan dan mendeskripsikan kelayakan LKS secara teoritis. Penelitian ini dilaksanakan sesuai prosedur pengembangan Four-D (4-D). Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKS berorientasi guided discovery pada pokok bahasan mutasi sebagai media pembelajaran yang dikembangkan dapat dinyatakan sangat layak dengan hasil validasi LKS sebesar 86% dan hasil validasi materi sebesar 90%. Kata kunci: lembar kerja siswa, guided discovery, mutasi. Abstract- Mutation sub Topic is one of an abstract learning material. Learning object in this sub topic cannot be observed using light microscope, thus it needs learning media that able to illustrated the material itself. So, this material would be simply understand by students. The objectives of this research is to produce and to described the theoritical feasibility of student worksheet. This research conducted based on Four-D (4-D) development methods. The result of this research indicates that developed student worksheets based on guided discovery on the mutation material as learning media could be declared feasible with worksheets validation and material validation score namely 86% and 90% Keywords: student worksheet, guided discovery, mutation. I. PENDAHULUAN Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya sebagai penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep atau prinsip-prinsip saja, tetapi juga merupakan suatu proses penemuan.Biologi sebagai salah satu mata pelajaran di bidang IPA menyediakan berbagai pengalaman belajar untuk memahami konsep dan proses sains. Keterampilan proses meliputi keterampilan mengamati, mengajukan hipotesis, mengajukan pertanyaan, menggolongkan dan menafsirkan data, serta mengkomunikasikan hasil temuan secara lisan atau tertulis (Devi, 2010). Biologi merupakan cabang ilmu yang berkaitan langsung dengan kehidupan sekitar, sehingga materi di dalamnya terdapat keterkaitan antara sains, lingkungan, dan masyarakat yang dapat diterapkan menggunakan teknologi. Pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) diharapkan ada penekanan pembelajaran Salingtemas (Sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat) secara terpadu, sebagaimana yang dituntut pada pada Standar Kompetensi 3 yaitu memahami penerapan konsep dasar dan prinsip-prinsip hereditas serta implikasinya pada Sains Lingkungan Teknologi dan Masyarakat (Salingtemas) dan Kompetensi Dasar 3.5 yaitu menjelaskan peristiwa mutasi dan implikasinya dalam Salingtemas. Pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar tersebut membahas tentang materi mutasi. Berdasarkan hasil survei peneliti, Lembar Kerja Siswa (LKS) pada materi mutasi yang beredar di pasaran umumnya memiliki format yang sama yaitu terdapat pertanyaan-pertanyaan berupa pilihan ganda, pertanyaan dengan jawaban singkat, dan uraian. Sebagian besar LKS yang beredar di pasaran merupakan LKS yang berfungsi sebagai penguatan atau pengayaan sedangkan bentuk LKS yang membantu siswa menemukan konsep masih jarang ditemukan. Lembar Kerja Siswa seharusnya dibuat sedemikian rupa untuk mengefektifkan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Hal tersebut berarti bahwa guru harus merancang sedemikian rupa suatu LKS agar di dalam LKS tersebut peserta didik dapat bekerja melakukan kegiatan-kegiatan telah dirancang oleh guru. Upaya untuk memberikan pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi dan supaya peserta didik menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah dapat dilakukan menggunakan metode pembelajaran yang menganut paham konstruktivisme. Salah satu metode yang menganut paham konstruktivisme adalah metode guided discovery karena metode ini membantu peserta didik untuk belajar, mendapatkan pengetahuan, serta membangun konsep yang ditemukan sendiri (Carin, 1993). Model pembelajaran berbasis peningkatan keterampilan proses sains adalah bentuk pembelajaran yang mengintegrasikan keterampilan proses sains ke dalam rangkaian proses