Pengaruh Public Service Motivation Terhadap Job Satisfaction dan Organizational Citizenship Behavior pada Pegawai Badan Pusat Statistik Jurnal Ekonomi Volume 5 Nomor 1 Mei 2014 13 PENGARUH PUBLIC SERVICE MOTIVATION TERHADAP JOB SATISFACTION DAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA PEGAWAI BADAN PUSAT STATISTIK Ardadi Widyananda 1 , Netania Emilisa 1 , Raditya Pratana 1 1 Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti Jalan Kyai Tapa Jakarta 11440 goinfo@yahoo.com Abstract This purpose of research is to identify the influence of public service motivation on job satisfaction and organizational citizenship behavior on employees of Statistics Indonesia. The methods of analysis used in this research is a simple regression analysis were processed with SPSS software version 13.0. Collecting data in this research are based on a sample of 59 employees Bureau of Finance and Directorate of Statistical Dissemination in Statistics Indonesia. In this research, the authors investigated the influence of public service motivation on job satisfaction and organizational citizenship behavior on employees of Statistics Indonesia. Based on the analysis results and discussion can be concluded that public service motivation have a significant influence on job satisfaction and organizational citizenship behavior on employees of Statistics Indonesia. Keywords: public service motivation, job satisfaction, organizational citizenship behavior Pendahuluan Masalah pelayanan publik yang terjadi di Indonesia menjadi salah satu fenomena terbesar di negara kita. Ditandai dengan se- makin rendahnya kepercayaan masyarakat dan stigma yang kurang baik terhadap biro- krasi publik. Pemerintah yang di dalamnya terdapat birokrasi seharusnya bertugas mela- yani masyarakat dengan mudah tetapi seba- liknya dipersulit, cepat tetapi menghambat, sehingga masyarakat malas atau enggan ber- urusan dengan birokrasi. (www.transparansi. or.id/about/reformasibirokrasi/permasalahan- birokrasi-indonesia.html). Untuk mengatasi masalah pelayanan publik yang buruk ini, maka dilakukan refor- masi birokrasi di tubuh pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan pada masyarakat dan mewujudkan good governan- ce. Buruknya citra dan kinerja pemerintah tidak terlepas dari peran serta individu-individu yang terlibat dalam pelayanan publik (aparat pemerintah). Kim (2004), mengemukakan bahwa faktor individu merupakan prediktor yang penting bagi kinerja organisasi pemerin- tahan. Oleh sebab itu, guna meningkatkan kinerja organisasi pemerintahan, maka kinerja individual (yang diwakili dengan aparat pemerintah) juga harus ditingkatkan. Badan Pusat Statistik (BPS) merupakan Lembaga Pemerintah Non-Kementerian yang memiliki peran untuk menyediakan dan mela- yani kebutuhan data bagi pemerintah dan masyarakat. Sejalan dengan keinginan refor- masi birokrasi, perubahan dan reformasi di BPS tidak hanya difokuskan pada perbaikan teknik statistik semata, namun perbaikan pro- ses manajemen untuk menghasilkan data dan pelayanan terhadap pengguna data juga harus menjadi perhatian. Organisasi akan berhasil apabila pegawai tidak hanya mengerjakan tugas po- koknya saja namun juga mau melakukan tugas ekstra, seperti mau bekerja sama, tolong me- nolong, memberikan saran, berpartisipasi secara aktif, memberikan pelayanan ekstra ke- pada pengguna layanan, serta mau menggu- nakan waktu kerjanya dengan efektif. Perilaku atau tindakan ekstra yang melebihi deskripsi peran yang ditentukan dalam organisasi atau perusahaan itu disebut sebagai Organizational Citizenship Behavior (OCB). Menurut Robbins dan Judge (2008), fakta menunjukkan bahwa organisasi yang mempunyai pegawai yang