JURNAL TEKNIK ITS Vol. 9, No. 2, (2020) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) D196 Abstrak—Pemerintah Provinsi DIY melalui UPT IPAL Sewon berencana untuk meningkatkan pelayanan Sambungan Rumah dari yang awalnya 25.000 (2020) menjadi 50.000 (2040), diiringi dengan peningkatan kapasitas pengolahan IPAL Sewon. Jaringan pipa air limbah yang dilayani oleh IPAL Sewon adalah Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan sebagian Kabupaten Bantul. Kondisi saat ini, panjang jaringan perpipaan yang dilayani oleh IPAL Sewon adalah 234 km yang terdiri atas pipa induk berdiameter lebih dari 300 mm, pipa gelontor dengan diameter lebih dari 300 mm, dan pipa lateral dengan diameter 200 – 300 mm. Pada perencanaan ini, dilakukan perencanaan pengembangan jaringan pelayanan penyaluran air limbah di Kota Yogyakarta yang nantinya akan diolah di IPAL Sewon. Perencanaan didahului dengan menganalisis kondisi eksisting, kemudian dilakukan perencanaan sesuai data primer dan sekunder yang diperoleh. Dari data tersebut dapat dilakukan analisis kondisi eksisting dan didapatkan perencanaan dalam pengembangan sistem penyaluran air limbah terpusat di Kota Yogyakarta. Dalam perencanaan ini, ditambahkan daerah layanan baru sebesar 550,68 hektar, yang meliputi Kecamatan Kotagede, Kecamatan Umbulharjo, Kecamatan Tegalrejo, Kecamatan Gedongtengen, dan Kecamatan Gondokusuman dengan total sambungan baru sebanyak 27.225 SR dan panjang pipa 25,68 km. Hasil perhitungan timbulan air limbah dan perencanaan perpipaan telah dilakukan dan disambungkan dengan sistem jaringan eksisting. Didapatkan pula jaringan pipa eksisting masih sanggup menerima beban air limbah pada daerah baru, sehingga tidak diperlukan penggantian pipa baru. Pada jaringan pengembangan, diameter pipa terkecil adalah 103 mm pada pipa lateral dan diameter terbesar adalah 500 mm pada pipa primer. Pipa yang melewati sungai direncanakan jembatan pipa dengan air limbah yang dipompa. Dari perencanaan ini, didapatkan debit air limbah sebesar 28.012 m 3 /hari, yang melampaui kapasitas desain IPAL Sewon saat ini. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan kapasitas IPAL Sewon yang baru. Kata Kunci—IPAL Sewon, Jaringan, Pengembangan, Perencanaan. I. PENDAHULUAN ENDUDUK Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun. Dari tahun 2010 sampai 2018, laju pertumbuhan penduduknya adalah 1,18 persen pertahun dengan jumlah penduduk pada tahun 2018 adalah 3,8 juta jiwa [1]. IPAL Sewon merupakan instalasi pengolahan air limbah terpusat setingkat daerah yang terletak di Kecamatan Sewon, Bantul, DIY. Sistem penyaluran air limbah terbagi menjadi sistem onsite/setempat dan sistem offsite/terpusat menurut sarananya [2]. IPAL Sewon melakukan pengolahan limbah dengan sistem terpusat yaitu dengan adanya pipa-pipa saluran air limbah yang mengalirkan air limbah dari masyarakat. Air limbah domestik adalah air limbah yang berasal dari usaha kegiatan permukiman, rumah makan, perkantoran, perniagaan, apartemen, dan asrama [3]. Berdasarkan asal airnya, sistem penyaluran air limbah terbagi menjadi sistem terpisah dan sistem tercampur [4]. Pada IPAL Sewon menggunakan sistem terpisah. Air limbah berasal dari air buangan/limbah rumah tangga masyarakat yang tinggal di wilayah Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, dan Kota Yogyakarta. Instalasi Pengolahan Limbah yang digunakan pada IPAL Sewon adalah pengolahan biologis dengan aerateed lagoon yang bersifat fakultatif dan pematangan pada kolam maturasi yang bersifat anaerobik. Kapasitas pengolahan IPAL Sewon didesain mencapai 15.500 m 3 /hari dan jangkauan pelayanan mencapai 25.000 SR. Jumlah SR yang dilayani sampai akhir tahun 2017 adalah 23.284 SR atau 89,98 % dari sambungan total yang direncanakan pada awal perencanaan [5]. IPAL Sewon mempunyai jaringan pipa yang terdiri atas jaringan induk dan lateral sepanjang 183 km. Pipa sepanjang 52 km ditangani Balai IPAL, sedangkan sisanya sepanjang 131 km dikelola pemerintah Kota Yogyakarta. Tahun 2019, IPAL Sewon berencana untuk meningkatkan pelayanan sambungan rumah dari 25.000 menjadi 50.000 SR. Dengan adanya peningkatan pelayanan tersebut maka perlu adanya pengembangan jaringan pipa air limbah pada Kawasan DIY diiringi dengan mendesain ulang unit bangunan yang sudah ada. II. GAMBARAN UMUM WILAYAH PERENCANAAN A. Gambaran Umum Daerah Istimewa Yogyakarta terdiri dari 5 kabupaten/ kota, yaitu Gunungkidul, Bantul, Sleman, Kulonprogo, dan Kota Yogyakarta. Provinsi DIY memiliki luas mencapai 3.185,8 km 2 dengan ketinggian wilayah 45-185 mdpl. Daerah yang menjadi wilayah perencanaan adalah Kota Yogyakarta yang meliputi Kecamatan Kotagede (Prenggan, Purbayan, Rejowinangun), Kecamatan Umbulharjo (Pandeyan, Warungboto, Giwangan), Kecamatan Tegalrejo (Karangwaru, Tegalrejo, Kricak), Kecamatan Gedongtengen (Pringgokusuman), serta Kecamatan Gondokusuman (Klitren dan Terban). Gambar 1 merupakan Peta wilayah Kota Yogyakarta. Pada Gambar 2 merupakan area berisiko air limbah domestik. B. Kondisi Sanitasi Secara umum kegiatan pengelolaan limbah cair Kota Yogyakarta sudah berjalan cukup baik. Namun demikian terdapat beberapa permasalahan yang cukup mendesak untuk diselesaikan. Permasalahan tersebut antara lain: 1. Lahan sempit tidak ada untuk membangun IPAL 2. Di Di perkotaan air tanah riskan tercemar bakteri E-Coli, karena sumber air bersih berdekatan dengan peresapan, atau tangki septik yang tidak layak. 3. Penduduk di bantaran sungai banyak yang tidak mempunyai tangki septik ataupun jamban, sehingga BAB Perencanaan Pengembangan Sistem Penyaluran Air Limbah Terpusat IPAL Sewon Habib Dwi Putro Priambodo dan Welly Herumurti Departemen Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) e-mail: herumurti@enviro.its.ac.id P