57 UJI EFEKTIVITAS ANTIINFLAMASI INFUS HERBA SURUHAN (Peperomia pellucida L.) PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) Elisabeth N. Barung, Adeanne C. Wullur, Ivitny Pansariang Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes Manado Abstrak : Telah dilakukan penelitian uji efektivitas antiinflamasi infus herba Suruhan (Peperomia pellucida L.) pada tikus putih (Rattus norvegicus). Inflamasi merupakan gangguan yang sering terjadi pada manusia dan hewan. Herba Suruhan mengandung kalsium oksalat yang berkhasiat mengobati bengkak dan nyeri pada rematik gout. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antiinflamasi infus herba Suruhan pada tikus putih. Jenis penelitian ini adalah eksperimen laboratorium dengan rancangan Pretest and Postest with Control Group Design. Subyek penelitian adalah tikus putih (Rattus norvegicus) sebanyak 25 ekor dan dibagi 5 kelompok dengan perlakuan kelompok I sebagai kontrol negatif diberi aquadest, kelompok II diberi fenilbutason sebagai kontrol positif dan kelompok III, IV dan V diberi infus herba Suruhan dengan konsentrasi 15%, 30% dan 60%. Pengujian antiinflamasi dilakukan pada telapak kaki tikus putih yang diinduksi 0,5 mL larutan putih telur 10% dan pemberian perlakuan 3 x sehari selama 3 hari. Pengukuran volume telapak kaki tikus dilakukan sebelum perlakuan dan sesudah 1 hari, 2 hari dan 3 hari perlakuan. Data dianalisis mengunakan uji Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infus herba Suruhan memiliki efek antiinflamasi pada tikus putih (p < 0,05). Kata Kunci : Antiinflamasi, Herba Suruhan, Infus. Masalah kesehatan yang sering timbul di masyarakat adalah radang atau inflamasi yang merupakan satu dari respon utama sistem kekebalan terhadap infeksi dan iritasi, dan merupakan gangguan yang sering terjadi pada manusia serta hewan, yang ditandai dengan timbulnya kemerahan, panas, pembengkakan, rasa nyeri yang mengganggu dan hilangnya fungsi dari jaringan (Kee dan Hayes, 1996). Pengobatan terhadap inflamasi pada umumnya menggunakan obat-obatan sintetik, tetapi pemakaian obat-obatan tersebut selain dapat menghilangkan inflamasi juga memiliki banyak efek samping dan harganya relatif mahal. Cara pengobatan alternatif yang digunakan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan terapi herba, yaitu memanfaatkan tanaman-tanaman yang berkhasiat obat. Pengobatan herba tersebut umumnya menggunakan bahan-bahan yang relatif mudah didapatkan sehingga masyarakat juga lebih mudah memanfaatkannya (Heyne, 2007) . Penggunaan tanaman obat untuk penyembuhan suatu penyakit dan pemilihan bahan-bahan alami untuk pengobatan didasarkan pada pengalaman dan bukti penelitian. Selain lebih ekonomis, efek samping tanaman berkhasiat obat relatif kecil dibandingkan dengan obat-obat sintetik, maka penggunaan tumbuhan obat dengan formulasi yang tepat sangat penting dan tentunya lebih aman dan efektif (Dalimartha, 2006). Salah satu tanaman yang memiliki efek antiinflamasi adalah tanaman Suruhan (Peperomia pellucida L.). Suruhan merupakan tanaman liar yang tumbuh ditempat-tempat yang agak lembab atau sedikit terlindung seperti di pinggir selokan, sela-sela bebatuan, ladang dan perkarangan. Berdasarkan penelitian dan pengalaman empiris, herba Suruhan digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk mengobati pusing kepala yang disebabkan demam, dan hasil perasan daunnya digunakan untuk pengobatan penyakit perut (Heyne, 2007). Oleh masyarakat di Filipina digunakan untuk mengobati abses dan bengkak karena terbakar (Quisumbing, 1978). Salah satu penelitian tentang manfaat herba Suruhan adalah penelitian Wijaya dan Monica (2004) tentang ekstrak herba Suruhan yang memiliki efek antiinflamasi pada tikus putih yang menggunakan metode percobaan berdasarkan penghambatan induksi pembengkakan edema pada telapak kaki tikus dengan hasil penelitian ekstrak herba Suruhan memiliki efek antiinflamasi. Herba suruhan umumnya dikonsumsi dengan cara direbus (15- 30 g) untuk pemakaian dalam (diminum), untuk pemakaian luar giling herba segar secukupnya sampai halus dan ada juga yang