Journal of Global Sustainable Agriculture, 2(1): 31-35, Desember 2021 E-ISSN: 2775-3514 DOI: https://doi.org/10.32502/jgsa.v2i1.3817 P-ISSN: 2775-3522 31 Produksi Semangka di Lahan Kering dengan Pupuk Hayati Cair dan NPK Majemuk yang Berbeda Watermelon Production in Dry Land with Liquid Biofertilizer and Different Compound NPK Neni Marlina 1) *, Khodijah Khodijah 1) , Ida Aryani 1) , Dita Purnama Sari 2) 1) Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Palembang, Palembang, Indonesia 2) Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhamadiyah Palembang, Palembang, Indonesia *Penulis korespondensi: nenimarlinaah@gmail.com Received October 2021, Accepted December 2021 ABSTRAK Seluas 12,90 juta ha lahan kering belum dimanfaatkan secara optimal untuk pertanian, namun memiliki peluang untuk penanaman semangka dengan teknik budidaya yang tepat diantaranya pengggunaan pupuk hayati dan anorganik. Pupuk hayati dapat membantu menyediakan unsur hara NPK bagi tanaman semangka. Tujuan penelitian ini menentukan dosis pupuk hayati dan NPK Majemuk yang tepat dalam meningkatkan hasil semangka. Penelitian dilakukan di lahan AKN Sakojo No.21 Kel.Kedondong Raya Kec.Banyuasin III Pangkalan Balai Kota Banyuasin Sumatra Selatan dari bulan bulan Juli sampai Oktober 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Faktorial I adalah dosis pupuk hayati cair yaitu: 10 mL/L, 20 mL/L dan 30 mL/L. Faktorial II adalah NPK Majemuk yaitu: 600 kg/ha, 900 kg/ha dan 1200 kg/ha. Produksi tertinggi sebesar 22,32 kg/petak (38 ton/ha) dicapai pada dosis pupuk hayati cair 30 mL/L air dan pupuk NPK Majemuk 1200 kg/ha. Kata kunci: lahan kering; pupuk hayati; dan NPK Majemuk, semangka ABSTRACT An area of 12.90 million ha of dry land has not been used optimally for agriculture, opportunity available to plant watermelons with proper cultivation techniques, including the use of biological and inorganic fertilizers. Biofertilizers can help provide NPK nutrients for watermelon plants. The purpose of this study was to determine the appropriate dosage of biological fertilizers and compound NPK for increasing watermelon yields. The research was conducted at AKN Sakojo No.21 Kel. Kedondong Raya Kec. Banyuasin III Pangkalan Banyuasin City Hall, South Sumatra from July to October 2020. This study used a factorial randomized block design (RAK). Factorial 1 is the dose of liquid biological fertilizer, namely: 10 mL/L, 20 mL/L, and 30 mL/L. Factorial II is Compound NPK, namely: 600 kg/ha, 900 kg/ha, and 1200 kg/ha. The highest production of 22.32 kg/plot (38 tons/ha) was achieved at a dose of 30 mL/L of liquid biological fertilizer and 1200 kg/ha of compound NPK fertilizer. Keywords: Dry land, Biofertilizer and Compound NPK, watermelon PENDAHULUAN Semangka memiliki nilai ekonomi yang tinggi, dikarenakan rasanya manis, mengandung vitamin dan sangat disukai masyarakat. Produksi semangka berfluktuasi dari tahun 2015 sampai 2017 yaitu berturut-turut 576,178 ton, 480,884 ton dan 499,469 ton (Badan Pusat Statistik, 2017). Tanaman semangka dapat dikembangkan di lahan kering yang produktivitas lahannya rendah, namun dapat ditingkatkan produksinya dengan penggunaan pupuk yang seimbang antara pupuk hayati dan anorganik (Fagi & Las, 2006). Menurut Kaviani & Negahdar (2016), pupuk hayati yang berada di dalam tanah dapat meningkatkan tanaman menyerap nutrisi NPK lebih banyak sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman. Menurut Suryatmana et al. (2016), pupuk hayati adalah bahan yang tersusun dari organisme fungsional yang aktif untuk memperlancar ketersediaan unsur hara NPK. Gugus fungsi mikroba yang mengandung bakteri fiksasi N, pelarut fosfat, meningkatkan efisiensi pupuk NPK serta meningkatkan produksi dan kualitas tanaman dan tujuan lingkungan yang berkelanjutan. Hasil penelitian sebelumnya Marlina & Gusmiatun (2020) menunjukkan bahwa pemberian pupuk hayati mampu meningkatkan produksi tanaman kedelai di lahan lebak. Pemberian pupuk NPK memiliki peranan