1 Tersedia secara online EISSN: 2502-471X Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Volume: 1 Nomor: 1 Bulan Januari Tahun 2016 Halaman: 110 POTENSI OBJEK WISATA TORAJA UTARA BERBASIS KEARIFAN LOKAL SEBAGAI SUMBER MATERI GEOGRAFI PARIWISATA Masri Ridwan, Ach.Fatchan, I Komang Astina Pendidikan Geografi Pascasarjana-Universitas Negeri Malang Jalan Semarang 5 Malang. Email: ridwan_masri@yahoo.com Abstract: This research focused on the tourism potential of North Toraja based on local wisdom. The method of this study implemented qualitative using ethnography approach. The results showed that (1) the tourism objects in North Toraja are potential in the aspect of culture, nature and history (2) the tourism areas in North Toraja must be under supervised and controlled by Foundations, Farmers, Local Government, and family. (3) Development of tourism objects in the basis of local wisdom supports the continuation of tourism in North Toraja. (4) Tourism in North Toraja based on local wisdom can be used as a source of learning materials for Tourism Geography courses in the Department of Geography, State University of Makassar. The implication of this study will be used a source of support materials Tourism Geography subjects particularly in Tourism Potential Local Content. Keywords: tourism objects, local wisdom, source of materials Abstrak: Penelitian tentang potensi obyek wisata Toraja Utara berbasis kearifan lokal. Hasil dari penelitian digunakan sebagai sumber materi pendukung matakuliah Geografi Pariwisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, bertujuan menghasilkan laporan etnografi. Hasil penelitian adalah (1) kawasan obyek wisata Toraja Utara memiliki potensi wisata budaya, alam dan sejarah (2) Pengelola kawasan wisata Toraja Utara diantaranya: Yayasan, Petani, Pemda, dan Keluarga. (3) Pengembangan Objek wisata berbasis kearifan lokal setempat mendukung kelangsungan wisata di Toraja Utara. (4) Wisata Toraja Utara berbasis kearifan lokal dapat digunakan sebagai sumber materi belajar M.k Geografi Pariwisata Jurusan Geografi FMIPA Universitas Negeri Makassar yakni Materi Potensi Wisata lokal. Kata kunci: objek wisata, kearifan lokal, sumber materi Sumber utama pembangunan di Indonesia berasal dari devisa berupa migas (minyak dan gas), hasil hutan serta pertambangan, yang kesemuanya adalah merupakan sumber daya yang tidak terbaharukan. Banyak prediksi yang telah memperkirakan bahwa berbagai sumber daya tadi akan habis dalam waktu yang tidak lama lagi. Sebagai Negara besar yang kaya akan sumber daya pariwisata, baik yang berupa keindahan alam, kekayaan keanekaragaman budaya maupun potensi wisata minat khusus, Indonesia sangat layak menjadi destinasi wisata di Dunia. Apabila dapat dikembangkan dengan profesional, industri pariwisata dapat bersaing lebih baik dengan Negara pesaing utamanya dalam memperebutkan kunjungan wisatawan dan pembelanjaanya sebagai sumber devisa non migas. Keberhasilan penyelenggaraan pembangunan pariwisata dapat dicapai dengan keterpaduan dan kesinergian antara masyarakat, pemerintah, dan pelaku wisata. Oleh sebab itu, pembangunan kepariwisataan nasional perlu mendayagunakan sumber dan potensi kebudayaan dan kepariwisataan nasional menjadi kekuatan ekonomi dan budaya guna meningkatkan daya saing global. Tujuan Program Pelestarian dan Pengembangan Kebudayaan Pariwisata di Indonesia terlihat dengan jelas dalam Undang-undang Nomor 25 Tahun 2000 Tentang Pembangunan Sosial dan Budaya ditetapkan bahwa pembangunan kebudayaan dan pariwisata dilaksanakan melalui Program Pelestarian dan Pengembangan Kebudayaan dan Program Pengembangan Pariwisat (Sedarmayanti, 2014:26). Tujuan di atas, terlihat jelas bahwa industri pariwisata di Indonesia dikembangkan berbasis kepada masyarakat, kesenian, dan kebudyaan serta sumber daya (pesona) alam lokal dengan tetap mempertahankan kelestarian lingkungan setempat. Daya Tarik Wisata (DTW) dapat dibagi ke dalam 5 kategori, yakni (1) daerah tujuan wisata alam, (2) daerah tujuan wisata kebudayaan, (3) daerah tujuan wisata transportasi, (4) daerah tujuan wisata ekonomi, dan (5) daerah tujuan wisata ekonomi (Astina, 1999:12). Peninggalan situs budaya dan sejarah merupakan kategori DTW budaya sebagai daya tarik wisatawan asing dan media paling efektif untuk memberikan contoh nyata mengenai nilai-nilai dan karya besar budaya nenek moyang bangsa. Oleh karena itu, upaya pengelolaan kawasan budaya sebagai warisan bangsa perlu dilakukan sebagai sumber devisa bagi Negara.