Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 2 Nomor 1 Februari 2017 e-ISSN 2541-0083 ejournal2.undip.ac.id/index.php/baf/index p-ISSN 2527-6751 58 Kualitas Madu Lokal dari Beberapa Wilayah di Kabupaten Temanggung The Local Honey Quality of Some Areas in Temanggung Ni Putu Tasya Savitri 1* , Endah Dwi Hastuti 2 , Sri Widodo Agung Suedy 2 1 Program Studi Biologi, Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro 2 Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro Jl. Prof. H. Soedharto, SH, Tembalang, Semarang *Email: putu.tasyans@gmail.com Diterima 28 Desember 2016/Disetujui 20 Februari 2017 ABSTRAK Kualitas madu yang baik harus memenuhi standar acuan yang ditetapkan pemerintah. Kualitas madu dapat dilihat dari kadar air, gula total, dan keasaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas madu lokal dari 5 desa di Kabupaten Temanggung. Preparasi uji kadar air dan gula total dengan metode refraktometri, serta kadar keasaman dengan metode titrasi asam-basa. Metode penentuan lokasi sampling penelitian menggunakan metode purposive sampling berdasarkan perbedaan wilayah geografi, yaitu madu randu dari Desa Nglorog, madu kaliandra dari Desa Kwadungan Jurang, madu randu dari Desa Kentengsari, madu karet dari Desa Medari, dan madu kopi dari Desa Rejosari. Parameter yang digunakan untuk nilai kadar air, gula total, dan keasaman mengacu pada standar yang ditetapkan pemerintah (SNI-2013). Analisis data kuantitatif kadar air, gula total, dan keasaman menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah geografi yang berbeda pengaruh nyata pada kadar air, gula total, dan keasaman madu yang diteliti. Kualitas madu terbaik ditemukan pada madu karet dari Desa Medari dengan kadar air 20,9%, kadar gula total 77,5%,dan kadar keasaman 34,59 ml NaOH/kg dimana nilainya mendekati nilai Standar Nilai Indonesia (SNI-2013) untuk madu. Kata kunci: madu, kadar air, kadar gula total, kadar keasaman ABSTRACT The quality of honey must be qualified by the government's rules. The quality of honey can be measured with water content, total sugar, and acidity. This study aims to determine the quality of local honey from 5 villages in Temanggung Regency. Preparation for testing the water content and total sugar were done using refractometry method, and acidity was done using the acid-base titration method. The location of sampling was determined using purposive sampling method based on regional differences, there were Ceiba honey from Nglorog Village, Calliandra honey from Kwadungan Jurang Village, Ceiba honey from Kentengsari Village, Rubber honey from Medari Village, and Coffee honey from Rejosari Village. The parameter of water content, total sugar, and acidity standard refer to the government’s rules for honey (SNI-2013). The quantitative data of water content, total sugar, and acidity were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) and continued with Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) in extent of 95%. The result showed that the different geographic areas were affected significantly on water content, total sugar, and acidity in the honey sample. This suggest that the local honey from some areas at Temanggung Regency which is qualified as a good honey based on the government’s rules (SNI-2013) is Rubber honey from Medari Village, with moisture content of 20.9%, total sugar content of 77.5% and acidity NaOH of 34.59 ml /kg. Keywords : honey, water content, total sugar content, acidity