Prosiding Nasional Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi XIII Tahun 2018 (ReTII) November 2018, pp. 13~16 ISSN: 1907-5995 13 Prosiding homepage: http://journal.sttnas.ac.id /ReTII/ Analisis Kestabilan Terowongan di Tambang Bawah Tanah Cross Cut 7 PT. Cibaliung Sumberdaya Pandeglang Banten Ambar Sutanti 1,2 , Barlian Dwi Nagara 1 , Bagus Wiyono 1 , R. Andy Erwin Wijaya 2 1 Magister Teknik Pertambangan UPN “Veteran”, Yogyakarta 1 Magister Teknik Pertambangan UPN “Veteran”, Yogyakarta 1 Magister Teknik Pertambangan UPN “Veteran”, Yogyakarta 2 Jurusan Teknik Pertambangan, Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Korespondensi : atanti.ambar@gmail.com ABSTRAK Kegiatan Pertambangan bawah tanah akan selalu dihadapkan pada masalah deformasi dan kestabilan massa batuan di sekitar lubang bukaan bawah tanah yang bersangkutan dengan keselamatan kerja serta lancarnya kegiatan aktifitas penambangan. Oleh karena itu, diperlukan analisis geoteknik yang baik untuk dapat memberikan perlakuan yang tepat pada batuan yang dibongkar. Penelitian dilakukan di area Blok Cibitung PT. Cibaliung Sumberdaya Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten yang secara geologis mengandung banyak struktur dan pelapukan yang akan menyebabkan ketidakstabilan pada batuan saat operasi penambangan. Dengan adanya permasalahan tersebut diperlukan suatu kajian geoteknik terhadap kestabilan lubang bukaan, dan sistem penyangga yang digunakan.Analisis kestabilan lubang bukaan menggunakan metode elemen hingga atau finite element method (FEM) dengan kriteria keruntuhan Mohr-Coulomb (1779) untuk mengetahui faktor keamananserta perpindahan totalyang terjadi pada lubang bukaan. Karakteristik material didapat dari hasil pengujian laboratorium terhadap batuan utuh ( intact rock). Secara empirik pengklasifikasian menggunakan RMR system menghasilkan nilai 38yangtermasuk dalam batuan kelas IV dengan bukaan aktual 4,7 meter. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa nilai faktor keamanan secara aktual masih kurang dari 1,3 danperpindahan total masih relatif tinggi. Sehingga harus dilakukan pemasangan penyangga yang sesuai dengan upaya peningkatan nilai faktor keamanan agar meningkatkan tingkat kestabilan lubangbukaan sehingga tidak mengganggu aktifitas penambangan. Kata kunci: faktor keamanan, lubangbukaan dan total displacement ABSTRACT Underground Mining activities always face problems of deformation and stability of the rock masses surrounding the excavations, which can affect the safety and continuation activities of mining activities. Therefore, a good geotechnical analysis is required to provide an appropriate treatment of the excavated rock mass. The research was conducted in Block Cibitung area of PT. Cibaliung Sumberdaya Pandeglang Regency Banten Province wich geologically contain many structures and weathering that will cause instability of rocks during mining operations. This problem then requires a geotechnical study of the stability of openings, and the implemeted support system. Stability analyses of the openings were concuted by using finite element method (FEM) method with Mohr-Coulomb failure criterion (1779) to determine the safety factor and total displacement occurring in the openings. Material properties parameters were obtained from laboratory tests of intact rock. Empirical classification using RMR system produced a value of 38 which is related to class IV rock with actual opening of 4.7 meter. From the analysis results it can be concluded that the value of safety factor is actually still less than 1.3 and total displacement is still relatively high. Therefore, the installation of support should be carried out in accordance with efforts to increase the safety factor in order to increase the stability level of the openings so it will not create a problem to mining activities. Keywords:safety factor, total displacement 1. PENDAHULUAN (10 PT) Metode penambangan bawah tanah dalam kegiatan atau aktivitas penambangannya dilakukan dibawah permukaan tanah dan tidak langsung berhubungan dengan udara luar. Permasalahan berkaitan dengan karakteristik massa batuan menjadi masalah utama pada metode penambangan ini. Sehingga diperlukan jaminan bahwa lubang bukaan bawah tanah tetap dalam keadaan stabil. Oleh karena itu, diperlukan analisis kestabilan lubangbukaan pada setiap area penambangan, salah satunya di area penambangan blockCibitungCross Cut 7. Analisis ini berfungsi untuk menganalisis karakteristik dari batuan dan struktur geologi yang berada di sekitar lubang bukaan bawah tanah. Selain itu, analisis ini berfungsi untuk mengetahui potensi ketidakstabilan yang terjadi disekitar lubang bukaan.