JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research, 2019, 02, 120-131 DOI: 10.20961/jpscr.v4i2.34187 Kajian Potensi Inkompatibilitas dan Instabilitas: Studi Kasus Sediaan Racikan Mengandung Amitriptilin, Trifluoperazine Dihidroklorida dan Alprazolam Desi Amroni Kasanah 1 , Dina Christin Ayuning Putri 2 *, Sri Hartati Yuliani 3 dan Rini Dwiastuti 3 1 Program Studi Profesi Apoteker, Fakultas Farmasi, Universitas Sanata Dharma 2 Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Sanata Dharma 3 Program Studi S2 Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Sanata Dharma *email korespondensi : dinachristin@usd.ac.id Abstrak: Meracik obat merupakan salah satu tugas tenaga kefarmasian. Peracikan obat merupakan salah satu risiko penyebab medication error. Resep racikan yang mengandung amitriptilin, trifluoperazin dihidroklorida dan alprazolam adalah jenis peresepan dengan tingkat risiko tinggi, sedangkan informasi tentang sediaan racikan kombinasi obat tersebut masih sangat terbatas. Studi ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai risiko peracikan, potensi instabilitas, dan potensi inkompatibilitas pada resep racikan sediaan kapsul yang mengandung amitriptilin, trifluoperazin dihidroklorida dan alprazolam di sebuah rumah sakit di Semarang. Analisis risiko resep dilakukan dengan memperhatikan aspek risiko teknis dan risiko klinis, sedangkan pengkajian terhadap potensi instabilitas dan inkompatibilitas dilakukan secara sistematis menggunakan beberapa literatur sengan kriteria yang telah ditetapkan. Hasil analisis risiko menunjukkan bahwa resep racikan mengandung amitriptilin, trifluoperazin dihidroklorida dan alprazolam memiliki risiko peracikan yang sangat tinggi. Berdasarkan penelusuran literatur sistematis, ditemukan adanya potensi ketidakstabilan dan inkompatibilitas yang mungkin terjadi yaitu penarikan lembab dan reaksi hidrolisis. Berbagai upaya teknis dapat dilakukan oleh tenaga kefarmasian untuk meningkatkan kualitas obat dan menjamin keamanannya yaitu menggunakan cangkang kapsul HPMC, menyimpan sediaan dalam wadah tertutup kedap, terhindar dari cahaya langsung pada suhu ruang dan menambahkan silika gel. Meskipun demikian, potensi instabilitas dan inkompatibilitas yang ditemukan dalam studi ini masih berdasar pada kajian pustaka, sehingga perlu dilakukan penelitian eksperimental untuk mengetahui profil stabilitas dan kompatibilitas sediaan racikan tersebut. Kata kunci: Peracikan obat; Inkompatibilitas; Instabilitas; Amitriptilin; Trifluoperazine dihidroklorida, alprazolam. Abstract. Assessment of Instability and Incompatibility: A Case Study of Compounding Drug Containing Amitriptyline, Trifluoperazine Dihydrochloride and Alprazolam. The responsibilities of a pharmacist are drug compounding. It might cause medication errors. Combination of amitriptyline, trifluoperazine dihydrochloride and alprazolam was a high-risk compounding prescribing meanwhile its formula information was still few. Therefore, this study aimed to provide information about the risk of compounding, potential instability, and potential incompatibilities in the prescription of capsules containing amitriptyline, trifluoperazine dihydrochloride and alprazolam in a hospital located in Semarang. Compounding risk analysis was carried out concerning aspects of technical risk and clinical risk, while the assessment of potential instability and incompatibility was carried out systematically using some literature with predetermined criteria. The results of the risk analysis