39 Paedagoria, April 2016, ISSN 2086-6356 Vol. 13, No. 1 HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SMP KELAS VIII Pujilestari Dosen FPMIPA IKIP Mataram, Jl. Pemuda No. 59 A, Mataram, NTB Email : pujilestari966@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar matematika pada siswa kelas VIII SMPN 1 Batukliang Utara. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Penelitian eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Rancangan penelitiannya adalah data motivasi belajar siswa diperoleh dengan angket motivasi sedangkan data prestasi belajar siswa diperoleh dari hasil test. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Time Series Design. Populasi adalah siswa kelas VIII SMPN 1 Batukliang Utara yang berjumlah 105 orang, sedangkan sampel berjumlah 27 orang siswa kelas VIII A. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode angket dan metode tes. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar angket dan lembar tes. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara Motivasi belajar siswa (X) terhadap Prestasi belajar matematika (Y). Dari hasil analisis data menunjukkan Korelasi antara motivasi belajar dengan prestasi belajar matematika yang diperoleh nilai r tabel dan r hitung untuk taraf kesalahan 5% dengan n = 27 diperoleh r tabel = 0,381 dan r hitung= 0,388. Karena harga (0,388 > 0,381) maka dapat disimpulkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan sebesar 0,388 antara motivasi belajar dengan prestasi belajar matematika. Kata kunci : Motivasi Belajar, Prestasi Belajar, Matematika I. PENDAHULUAN Belajar adalah proses perubahan dalam diri manusia. Karena itu, bila suatu usaha belajar sudah selesai dan tidak terjadi perubahan didalam diri manusia, maka tidak dapat dikatakan bahwa telah terjadi proses belajar padanya (Syahrir, 2010). Terkadang satu proses tidak dapat mencapai hasil maksimal disebabkan karena ketiadaan kekuatan yang mendorong (motivasi). Menurut (Djamarah, 2013) Belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif mewarnai intraksi yang terjadi antara guru dan anak didik. Karena dalam proses tersebut siswa tidak hanya sekedar menerima dan menyerap informasi yang disampaikan oleh guru, tetapi siswa dapat melibatkan diri dalam kegiatan pembelajaran yang harus dilakukan, agar hasil belajarnya lebih baik dan sempurna. Dari proses pembelajaran tersebut siswa dapat mengasilkan suatu perubahan yang bertahap dalam dirinya, baik dalam bidang pengetahuan, keterampilan dan sikap. Adanya perubahan tersebut dilihat dari prestasi belajar yang dihasilkan oleh siswa berdasarkan evaluasi yang diberikan oleh guru. Sebab hasil belajar itu akan optimal bila terdapat motivasi yang tepat. Karenanya, bila siswa mengalami kegagalan dalam belajar, hal ini bukan semata-mata kesalahan siswa, tetapi mungkin saja guru tidak berhasil dalam membangkitkan motivasi siswa. Perhatian siswa terhadap stimulus belajar dapat diwujudkan melalui beberapa cara seperti penggunaan media pengajaran atau alat- alat peraga, memberikan pertanyaan kepada siswa, membuat variasi belajar pada siswa, membuat variasi belajar pada siswa, melakukan pengulangan informasi yang berbeda dengan cara sebelumnya, memberikan stimulus lain pada siswa sehingga siswa tidak bosan. Dan ada beberapa motivasi yang digunakan guru terhadap bahan pelajaran agar siswa tidak merasa bosan, seperti: memberikan hadiah, pujian, gerakan tubuh, memberikan angka atau penilaian, membikan tugas dan hukuman. Motivasi yang kuat dalam diri siswa akan meningkatkan minat, kemauan dan semangat tinggi dalam belajar, karena antara motivasi dan semangat mempunyai hubungan yang erat. Sebagaimana yang dikatakan oleh Sardiman A.M dalam bukunya interaksi dan motivasi belajar mengajar bahwa : “ Dalam kegiatan belajar, maka motivasi menimbulkan kegiatan