226 Kadar Hormon Pertumbuhan Sapi Bali Lebih Rendah di Nusa Penida Daripada Daerah Bali Lainnya (LEVELS OF GROWTH HORMONE BALI CATTLE IN NUSA PENIDA LOWER THAN OTHER BALI REGIONS) Ni Ketut Suwiti 1 , I Wayan Masa Tenaya 2 , I Nengah Kerta Besung 3 1 Lab Histologi Veteriner, 3 Lab. Mikrobiologi Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana Jalan Sudirman Denpasar, Bali Telpun 0361-223791, Email:nk_suwiti@unud.ac.id 2 Lab. Bioteknologi, Balai Besar Veteriner Denpasar. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi kadar hormon pertumbuhan sapi bali yang dipelihara di wilayah pemurnian Nusa Penida dan wilayah lainnya di Provinsi Bali. Sebanyak 320 sampel serum sapi bali betina dewasa dikumpulkan dari peternakan rakyat di Nusa Penida Klungkung, Tabanan, Buleleng, dan Kabupaten Bangli. Kadar hormon pertumbuhan dideteksi dengan metode Enzime Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Hasil penelitian menunjukkan, kadar hormon pertumbuhan sapi bali terendah (576,4 pg/mL) ditemukan pada sapi bali yang dipelihara di Nusa Penida, sedangkan kadar hormon tertinggi (5044,08 pg/mL) ditemukan pada sapi bali yang dipelihara di Kabupaten Buleleng. Disimpulkan bahwa kadar hormon pertumbuhan sapi bali berbeda-beda, tergantung wilayah tempat pemeliharaan sapi bali. Kata-kata kunci: hormon pertumbuhan; sapi bali; ELISA. ABSTRACT The objective of this research was to compare the levels of growth hormone in bali cattle reared in the purification of Nusa Penida with those from other regions in Bali Province. A total of 320 sera samples were collected from bali cattle reared in Nusa Penida, Klungkung, Tabanan, Buleleng and Bangli. The levels of growth hormone was determined by using sandwich Enzime Linked Immunosorbent Assay (ELISA). The results showed that a diverse levels of growth hormone in Bali cattle were observed in Bali cattle. The lowest growth hormone levels (576.4 pg/mL) was found in Bali cattle reared in Nusa Penida and the highest levels (5044.08 pg/mL) were found in the Buleleng regency. It was concluded that bovine growth hormone levels varies, depending on the regions of rared of Bali cattle . Keywords: growth hormone; Bali cattle, Nusa Penida, ELISA. Jurnal Veteriner Juni 2017 Vol. 18 No. 2 : 226-231 pISSN: 1411-8327; eISSN: 2477-5665 DOI: 10.19087/jveteriner.2017.18.2.226 Terakreditasi Nasional, Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan, online pada http://ojs.unud.ac.id/php.index/jvet Kemenristek Dikti RI S.K. No. 36a/E/KPT/2016 PENDAHULUAN Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan tahun 2002 telah menetapkan Kepulauan Nusa Penida sebagai wilayah perbibitan dan pemurnian sapi bali. Sapi bali yang dipelihara di Nusa Penida ini dinyatakan sebagai ras murni atau pure breed asli Indonesia, dan pemerintah melarang masuknya sapi luar ke wilayah tersebut. Nusa Penida merupakan pulau dengan katagori lahan kritis, karena musim hujan yang pendek (empat bulan), sisanya adalah musim kemarau yang berkepanjangan, sehingga sulit memperoleh sumber pakan untuk ternaknya. Hal ini yang menyebabkan pertumbuhan sapi bali yang dipelihara di Nusa Penida, lebih rendah dibandingkan dengan sapi bali yang dipelihara di wilayah lainnya di Provinsi Bali (Suwiti et al., 2012). Pertumbuhan sapi dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan faktor genetik. Faktor