Prosiding Seminar Nasional Teknoin 2012 ISBN No. 978-979-96964-3-9 C-113 Perbaikan Citra dengan Menggunakan Metode Histogram Equalization Muhammad Kusban Jurusan Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A. Yani Tromol Pos 1, Pabelan 57102 Surakarta. Telp. +62 271 717417. Faks: +62 271 715448 E-mail: muhammadkusban@gmail.com Abstrak Kerangka umum perbaikan citra berdasarkan histogram equalization telah banyak digunakan peneliti terutama untuk meningkatkan kontras citra. Namun dengan metode ini menghasilkan nilai kontras yang berlebihan sehingga menampilkan bentuk yang tidak alami serta munculnya cacat visual. Dalam tulisan ini kami menggunakan metode yang disebut Probability Distribution Histogram Equalization (PDHE). Mula-mula citra dihitung nilai Probability Density Function (PDF) hasil yang didapat untuk mencari nilai Cumulative Distribution Function (CDF). Selanjutnya hasil yang didapatkan digunakan untuk nilai acuan dalam alih ragam point-wise citra keabuan. Evaluasi ujicoba yang telah dilakukan, nilai optimal keluaran citra hasil histogram equalization dengan menggunakan ukuran window [35 35] dengan SNR = 1.52 dan waktu proses yang dibutuhkan 3.067741 detik. Metode ini menghasilkan keluaran citra yang lebih baik secara visual bila dibandingkan dengan metode histogram equalization klasik. Sebagai pembanding, diperlihatkan hasil histogram dan tampilan citra dengan metode spesifikasi histogram dan metode lokal histogram. Kata kunci: histogram equalization, PDHE, spesifikasi dan lokal histogram, SNR Pendahuluan Citra digital merupakan representasi biner dari citra dua dimensi berupa elemen nilai berbentuk array yang disebut piksel yang memiliki nilai numeris. Secara umum, histogram merupakan perkiraan dari nilai distribusi probabilitas tipe data tertentu. Untuk citra histogram, distribusi probabilitas berupa nilai kecerahan warna yang diukur dari nilai 0 untuk warna gelap hingga nilai 255 untuk warna putih. Bila dipetakan dalam sebuah koordinat, sumbu horisontal mewakili nilai kecerahan 0 – 255 (8 bit), dan sumbu vertikal mewakili nilai frekuensi piksel yang merupakan jumlah piksel yang sama yang muncul di keseluruhan citra. Proses merubah nilai dalam sumbu horisontal dan vertikal untuk mendapatkan bentuk keluaran yang berbeda dari aslinya disebut proses ekualisasi histogram (histogram equalization). Ekualisasi histogram dapat diterjemahkan sebagai proses meratakan keseluruhan nilai keabuan citra ke dalam kawasan kecerahan (brightness). Cara yang sering digunakan adalah dengan melebarkan nilai intensitas yang berada dalam daerah sumbu horisontal secara penuh sehingga dicapai nilai intensitas kontras dengan nilai maksimum. Cara demikian akan efektif bilamana citra yang akan diproses memiliki tingkat kontras yang berdekatan, yaitu antara warna latar belakang (background) dan latar depan (foreground) sama, baik keduanya gelap atau keduanya putih. Aplikasi akualisasi histogram merupakan cara langsung meningkatkan perbaikan citra terutama meninggikan nilai kontras dengan cara melebarkan nilai intensitas frekuensi [1, 3, 6]. Terdapat tiga tipe teknik perbaikan citra dengan menggunakan modifikasi nilai piksel [7, 8] yaitu operasi titik, operasi blok, dan operasi ketetanggaan. Operasi titik (point operation) – yaitu masing-masing piksel dimodifikasi sesuai dengan rumus tertentu yang bebas satu sama lainnya antar piksel dalam satu citra, operasi blok (mask operation) – yaitu operasi citra dari satu piksel ke piksel lainnya dimodifikasi dengan menggunakan blok piksel ketetanggaan (pixel neighbors) , dan operasi global (global operation) – yaitu proses modifikasi satu demi satu nilai piksel dengan menggunakan keseluruhan unsur nilai piksel yang ada dalam citra tersebut. Teknik perbaikan citra melalui ekualisasi histogram masuk dalam kategori operasi titik. Karena bersifat operasi titik, maka nilai yang didapat tidak dapat dikembalikan ke nilai semula (lossy). Perbaikan citra pada umumnya dapat dilakukan dalam kawasan spasial seperti operasi dalam piksel dan dalam kawasan frekuensi seperti penggunaan Fourier transform [6]. Dalam pemrosesan histogram terdapat tiga operasi yang sering digunakan yaitu ekualisasi histogram, spesifikasi histogram, dan lokal histogram [6, 7, 8]. Normalisasi fungsi histogram adalah fungsi histogram yang dibagi dengan jumlah piksel citra yang tertulis dalam persamaan (1). Proses normalisasi histogram digunakan bila mendapatkan nilai intensitas histogram merata dalam keseluruhan operasi daerah warna atau daerah keabuan. Proses normalisasi histogram memiliki keuntungan untuk memperbaiki citra yang terdistorsi karena cacat akibat gerakan kamera.