Journal of Tropical AgriFood 2021; 3(1): 1-14 p-ISSN 2685-3590 Review e-ISSN 2685-3604 1 PENTINGNYA PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN PEMBERDAYAAN PETANI WILAYAH PERBATASAN DALAM UPAYA MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN NASIONAL: STUDI KASUS DI WILAYAH PERBATASAN KALIMANTAN The Importance of Agriculture Development and Farmers Empowerment in State Border Region to Support the National Food Security: Case Study in Kalimantan Border Region Marry Christiyanto 1 , Hamdi Mayulu 2,* 1 Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang 50275, 2 Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman, Jl. Pasir Belengkong, Kampus gunung Kelua, Samarinda 75119 *)Penulis korespondensi: hamdimayulu@gmail.com Submisi 14.1.2021; Penerimaan 7.7.2021; Dipublikasikan 12.7.2021 ABSTRAK Kebijakan pangan diperlukan sebagai regulasi mendasar dalam upaya meningkatkan kemandirian pangan, dengan tujuan menjamin ketahanan pasokan, diversifikasi, keamanan, kelembagaan, dan organisasi pangan. Review ini ditujukan untuk mempertegas bahwa pengembangan wilayah perbatasan negara tidak dapat dipisahkan dari pembangunan sektor pertanian. Saat ini ketahanan pangan masyarakat di wilayah perbatasan Pulau Kalimantan (Kabupaten Sanggau, Nunukan, Malinau) masih bergantung pada Negara Malaysia terutama pada produk pertanian dan peternakan karena tersedia cukup, mudah diakses, dan harganya yang terjangkau. Indikator terwujudnya ketahanan pangan mencakup empat aspek, yaitu ketersediaan cukup, distribusi merata, terjangkau, dan berkelanjutan untuk seluruh masyarakat. Pembangunan pertanian di daerah perbatasan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus dapat menjamin ketahanan pangan daerah perbatasan, dan mendukung ketahanan pangan nasional. Kebijakan pengelolaan wilayah perbatasan membutuhkan regulasi yang berpihak pada peningkatan kesejahteraan. Tingkat kesejahteraan hidup memberikan motivasi dan kemauan berkorban demi mempertahankan idealisme dan ideologi negara kesatuan Republik Indonesia. Kata kunci: Pemberdayaan, petani, pangan, masyarakat, wilayah perbatasan ABSTRACT Food policy is necessary as a fundamental regulation to increase food independence to ensure the security of food supply, diversification, security, institutional, and organization. This review aimed to underline that the development of the state border region is part of the development of the agricultural sector. Until now, the food security of the people living in the state border region in Kalimantan (Sanggau Regency, Nunukan, Malinau) depends on Malaysia, especially for agricultural and livestock productsbecause the products of its sufficient availability, accessible, and affordable prices. There are four aspects as food security indicators, i.e., good availability, even distribution, affordability, and sustainability for the entire community. Agricultural development in the state border region is expected to increase farmers’ welfare and ensure food security in state border areas and support national food security. Border area management policy requires regulation siding with improved alignment. The level of survival provides motivation and willingness to sacrifice to maintain the idealism and ideology of the unitary state of the Republic of Indonesia. Keywords: Empowerment, farmers, food, public, the border area PENDAHULUAN Pertanian dan ketahanan pangan adalah prioritas bidang ekonomi dan sosial di berbagai negara. Sektor pertanian termasuk peternakan memiliki peran strategis di berbagai negara karena berkaitan erat terhadap ketahanan pangan, dan berperan