Mochammad Iqbal @______Pengaruh Tingkat Kemampuan Akademik… Bioedukasi Vol. XIII No. 2 Oktober 2015 21 Pengaruh Tingkat Kemampuan Akademik Siswa SMA Kota Malang terhadap Sikap pada Ekosistem Sungai Mochammad Iqbal 1) , Susriyati Mahanal 2) , Siti Zubaidah 2) , A. D. Corebima 2) 1 FKIP, Universitas Jember email: Iqbal.fkip@unej.ac.id 2 MIPA, Universitas Negeri Malang Abstract The environmental conditions which are becoming worse is the potential problems facing humanity. Many efforts have been made to reduce environmental damage, one of them is by instilling environmental awareness through education. This education can be done through the application of learning that capable of empowering students positive attitude towards the environment. The reality on the field, the student academic abilities level are very diverse, necessitating a study to assess the effect of student academic level toward the changes in students attitudes through learning process. This study aims to determine the effect of the variation of academic ability on the attitudes toward river ecosystem of high school students in the city of Malang. This study conducted in academic years of 2008/2009. The subjects in this study were high school students in Malang, and the samples are SMAN 2 Malang students from class X7 and X8 and SMA Laboratorium UM students from class X2 and X6. This study applied to the second semester of 10 th grade students on the topic of River Ecosystem. The data statistical analysis from this study showed that the probability of academic ability is 0.376 (bigger than 0.05), so that the null hypothesis is accepted and the research hypothesis is rejected, which means academic ability had no effect on student attitudes on the ecosystem of the river. Thus, it can be concluded that learning processes that aims to empower student positive attitude on the river ecosystem can be applied both to students with high and low level of academic ability Keywords: academic ability, attitude, river ecosystem 1. PENDAHULUAN Wacana tentang rusaknya alam tempat tinggal kita, kini telah menjadi masalah utama yang mengancam kelestarian lingkungan hidup. Permasalahan ini telah menjadi pembicaraan global dan telah dianggap sebagai salah satu ancaman paling berbahaya terhadap kelangsungan kehidupan manusia. Banyak hal yang menjadi latar belakang munculnya masalah lingkungan akhir-akhir ini, mulai dari pola hidup yang tidak sehat, pencemaran sungai, penggundulan hutan sampai ancaman pemanasan global (global warming) (Anonim a, 2009). Indonesia yang memiliki keanekaragaman hayati melimpah dan wilayah hutan yang cukup luas telah menjadi sorotan dunia atas permasalahan tersebut. Pemerintah dan seluruh masyarakat hendaknya mulai serius memikirkan pemecahan dari permasalahan lingkungan ini, tindakan pertama yang bisa dilakukan adalah dengan memulai dari lingkup terkecil yaitu lingkungan di sekitar kita. Salah satu permasalahan lingkungan yang cukup banyak terjadi di Malang adalah pencemaran sungai, mengingat kondisi geografis Malang yang banyak dilewati oleh aliran sungai. Mahanal (2008) menyebutkan bahwa, kualitas air sungai di Kota dan Kabupaten Malang menurun akibat pencemaran sungai yang disebabkan oleh buangan sampah organik dari pemukiman, industri dan intensifikasi pertanian. Pernyataan ini diperkuat dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Atmidha (2009) berdasarkan parameter fisiko-kimia dan indikator biologi, hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kualitas air sungai Metro Kota Malang bagian hulu belum tercemar, sedangkan bagian lainnya tercemar ringan. Kondisi ini sangat memprihatinkan mengingat