Ryani Dhyan Parashakti Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis Volume 1, Nomor 1, Maret 2015 92 PERBEDAAN GAYA KEPEMIMPINAN DALAM PERSPEKTIF MASKULIN dan FEMININ Ryani Dhyan Parashakti Universitas Mercu Buana (ryaniparasakti@gmail.com) ABSTRACT At the present time there are enough women who are leaders and can work well in performing their duties and functions. There are at least five (5) requirements that have been met in order to achieve effective leadership are: (1) knowledge within the organization, (2) has a good reputation and school reports, (3) have the ability and strategic skills, (4) has a personality and high integrity, and (5) have high motivation power. Although sex differences that men and women are biologically, but in reality, gender is considered normal treatment is expected to be feminine women and men are expected to be masculine. Basically women and men having sex-role stereotypes that will affect their personality and behavior. The purpose of writing this article is to see whether the manager's leadership style differs from the male leadership styles of women managers and managers discuss how men and women describe their leadership style tendencies. This article discusses the characteristics of femininity and masculinity of some experts, transformational vs. transactional leadership style, as well as views of male managers and female managers on their leadership style. Keywords : Leadership style, feminine vs. masculine, transformational vs. transactional leadership style. 1. Pendahuluan Hubungan antara stereotype laki-laki dengan nilai-nilai yang ada dalam organisasi sangat menyolok. Organisasi seringkali menjadi rasional, analitikal strategis, berorientasi kepada keputusan, keras dan agresif dan begitu juga dengan para lelaki. Hal ini mempunyai implikasi yang penting bagi perempuan yang ingin menjalankan dunia semacam ini sebab sejauh ini apabila mereka berusaha mengembangkan nilai-nilai tersebut, mereka sering dipandang melanggar stereotype tradisional perempuan sehingga akan menimbulkan kritikan-kritikan seperti menjadi “terlalu tegas” dan mencoba memainkan peran laki-laki. Banyak diskusi yang dilakukan selama dua dekade terakhir mempersoalkan apakah seorang manajer laki-laki dan manajer perempuan berbeda. Pada awal tahun 1990-an, sebuah penelitian menyimpulkan tidak ada perbedaan gender dalam kepemimpinan. Beberapa peneliti terkenal dalam bidang manajemen termasuk Powell (1990; 1993) dan Bass (1981) mendukung pernyataan ini. Penelitian Burke dan Collins (2001) mendapatkan bukti yang berbeda. Hasil dari kajian tersebut melaporkan bahwa gaya kepemimpinan akuntan perempuan berbeda dengan gaya kepemimpinan akuntan laki-laki. Perbedaan gender dalam gaya kepemimpinan dan skill manajemen diidentifikasikan berdasarkan pengumpulan data pribadi dari sampel yang terdiri dari akuntan laki-laki dan akuntan perempuan. Hasil penelitian yang didapat mendukung penemuan terakhir tentang adanya perbedaan gaya kepemimpinan yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan (Loden, 1985; Helgesen, 1990; Rosener, et.al., 1990; Alimo Metcalfe, 1995; Bas et.al.; Lipman-Blumen, 1996). Tujuan penulisan artikel ini adalah melihat apakah terdapat perbedaan gaya kepemimpinan antara manajer laki-laki dan perempuan serta kecenderungan mereka