Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 6, H 021-028 https://doi.org/10.32315/ti.6.h021 Prosiding Temu Ilmiah IPLBI 2017 | H 021 Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe ISBN 978-602-17090-8-5 E-ISBN 978-602-51605-0-9 Persepsi Pemilik Rumah Sederhana Sehat (RSS) Menuju Rumah Sehat Nyaman Tipe 36 Rita Laksmitasari Rahayu 1 , Ukti Lutvaidah 2 1 Sains dan Teknologi Bangunan, Arsitektur, FTMIPA, Universitas Indraprasta PGRI. 2 Matematika, Arsitektur, FTMIPA, Universitas Indraprasta PGRI . Korespondensi : ritalaxmi@gmail.com Abstrak Perumahan tipe 36 telah disiapkan oleh pemerintah berupa rumah susun dan rumah tapak. Pemahaman konsep bangunan hijau terhadap persepsi pemilik Rumah sederhana Sehat (RsS) tipe 36 di lingkungan perumahan dengan lahan kurang dari 100m 2 , lokasi dilakukan di Kecamatan Bogor Utara. Hasil pengolahan data secara kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional, sebagian besar penghuni tidak memahami arti dari bangunan hijau. Beberapa ruang gelap, karena kurang luas bukaan untuk pengudaraan alami dan cahaya alami, dan ruang terasa panas dan lembab. Pengudaraan alami diganti dengan pengudaraan buatan bahkan ada beberapa ruang tanpa bukaan (jendela). Solusi berupa penambahan ruang makan dan ruang keluarga, dibuat bukaan yang memungkinkan udara alami masuk ke dalam rumah, dibutuhkan ruang terbuka hijau minimal di 4 sisi bangunan atau setiap ruang memiliki akses udara segar. Ruang terbuka hijau dapat dihadirkan sebagai jalur evakuasi bencana dan carport dibuat sebagai ruang terbuka hijau. Kata-kunci : evakuasi, bangunan hijau, persepsi, Rumah sederhana Sehat, ventilasi Pemukiman di Indonesia menjadi masalah cukup serius di masyarakat. Tingkat kepadatan penduduk yang tinggi membuat pemerintah harus cepat menyelesaikan masalah ini. Pe- rumahan yang telah disiapkan oleh pemerintah adalah rumah susun (secara vertikal) dan rumah tapak (secara horisontal). Salah satu program pemerintah dalam penyediaan rumah tapak adalah Rumah sederhana Sehat (RsS). Pendahuluan Rumah salah satu kebutuhan dasar dan faktor penting dalam meningkatkan harkat dan martabat manusia, sehingga rumah dapat dikatakan sebagai wadah yang dapat mening- katkan kualitas hidup pemiliknya atau penghuni- nya. Pemenuhan kebutuhan tinggal di rumah yang layak, sehat, aman, serasi, dan teratur menjadi hal yang harus dipenuhi oleh masyarakat, begitu juga untuk MBR. Peningka- tan permintaan akan pemenuhan kebutuhan tempat tinggal - Rumah sederhana Sehat (RsS). Penyediaan rumah diikuti dengan peningkatan permintaan penyediaan tanah. Preferensi masyarakat pada rumah sebagai tempat tinggal masih berpihak pada landed house (rumah berdiri di atas tanah) dibandingkan dengan elevated house (apartemen/rumah susun). Sesuai dengan pertimbangan dari Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor: 403/KPTS/M/2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Rumah sederhana Sehat (RsS). Pengembang dipandu menggunakan spesifikasi teknis yang jelas dengan memper- hatikan kelayakan, kesehatan, keamanan, keserasian, dan keteraturan rumah. Berjalannya waktu, setelah pemilik menempati RsS tersebut, pemilik atau penghuni merasa perlu untuk melakukan renovasi dengan penambahan ruang baik jenis ruang maupun luasan ruang. Contoh denah RsS tipe 36 dengan luas tanah (6x12) m 2 atau 72 m 2 . Berjalannya waktu RsS menjadi rumah tumbuh, ruang-ruang dalam rumah terlihat gelap, panas,