228 Uji kinerja dan kelayakan.... (Jading, dkk) UJI KINERJA DAN KELAYAKAN FINANSIAL PENGERING PATI SAGU TIPE PNEUMATIC CONVEYING RING DRYER THE PERFORMANCE AND FINANCIAL FEASIBILITY TEST OF SAGO STARCH DRYER PNEUMATIC CONVEYING RING DRYER TYPE Abadi Jading 1 , Paulus Payung 1 , Eduard Fransisco Tethool 2 1 Jurusan Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua 2 Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua Komunikasi Penulis, email: a.jading@unipa.ac.id DOI:http://dx.doi.org/10.23960/jtep-l.v10.i2.228-238 Naskah ini diterima pada 5 Januari 2021; revisi pada 3 April 2021; disetujui untuk dipublikasikan pada 6 April 2021 ABSTRACT Sago starch drying in remote areas or difficult to reach transportation requires artificial dryers to increase the quantity and quality of the dry sago starch. The purpose of this study was to test performance, and analyze the economic value of biomass powered pneumatic conveying ring dryer (PCRD) for drying sago starch for small scale commercial. This research was conducted in two stages, namely performance testing and financial analysis. Small scale (mini) PCRD has been created for drying sago starch with a capacity of 160 kg of dry sago starch per day. The resulting moisture content varies according to variations in temperature and initial moisture content of sago starch and has met the Indonesia National Standard (SNI) No. 3729 regarding the maximum water content of sago starch (13%), except at temperature variations of 50 o C and 75 o C with an initial moisture content of 41% that did not meet the SNI, which was greater than 13% (14.27% and 13.23%). The drying efficiency varies between 7.339% to 9.689%. Likewise, the yield of dry sago starch that was produced varied between 65% and 73%. PCRD is very feasible to be developed into a commercial scale sago starch dryer with a Pay back value of 2.66 years to return the initial capital of Rp. 186,879,200. Keywords: drying, financial analysis, PCRD, sago starch ABSTRAK Pengeringan pati sagu pada daerah terpencil atau sulit terjangkau transportasi memerlukan pengering buatan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas pati sagu kering tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menguji kinerja, dan menganalisis nilai ekonomis pneumatic conveying ring dryer (PCRD) bertenaga biomassa untuk pengeringan pati sagu skala usaha rakyat. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahapan yaitu pengujian kinerja dan analisis finansial. PCRD skala kecil (mini) telah diciptakan untuk pengeringan pati sagu kapasitas 160 kg pati sagu kering per hari. Kadar air yang dihasilkan bervariasi sesuai dengan variasi suhu dan kadar air awal pati sagu dan telah memenuhi standar Nasional Indonesia (SNI) No. 3729 tentang kadar air maksimum pati sagu (13%), kecuali pada variasi suhu 50 o C dan 75 o C dengan kadar air awal 41% belum memenuhi SNI, yaitu lebih besar dari 13% (14,27% dan 13,23%). Efisiensi pengeringan bervariasi antara antara 7,339% sampai 9,689%. Begitupula dengan rendemen pati sagu kering yang dihasilkan bervariasi antara 65% sampai 73%. PCRD sangat layak dikembangkan menjadi pengering pati sagu skala komersial dengan nilai Pay back periode 2,66 tahun untuk mengembalikan modal awal sebesar Rp. 186.869.200. Kata Kunci: pengeringan, analisis finansial, PCRD, pati sagu I. PENDAHULUAN Proses pengeringan merupakan salah satu solusi untuk mengurangi bobot bahan, termasuk pati sagu basah sehingga pengangkutannya lebih mudah, masa simpannya lebih lama, dan nilai tambahnya lebih meningkat. Pengolahan pati sagu skala rakyat umumnya dilakukan pada daerah yang sulit terjangkau sarana transportasi, sehingga pengeringan sangat diperlukan untuk